Pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) membuat beberapa jadwal balap nasional di Indonesia mengalami penundaan, salah satunya adalah ajang Kejuaraan Nasional Reli Indonesia. Seharusnya Kejurnas Sprint maupun Speed Rally itu sudah bergulir sejak bulan Maret silam.

Tidak hanya ditunda, seluruh kegiatan motorsport di Indonesia pada tahun 2020 ternyata harus dibatalkan. Hal itu tertuang dalam surat edaran PP IMI nomor 305/IMI/E/VII/2020 pada awal Juli lalu yang intinya menyatakan pembatalan seluruh kegiatan balap dalam rangkaian Kejuaraan Nasional yang sudah dijadwalkan di tahun 2020 dalam rangka menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi.

Namun momentum ini justru dimanfaatkan Xpander Rally Team (XRT) untuk semakin mempersiapkan diri sebelum terjun langsung di kancah kompetisi sesungguhnya. Menurut Julian Johan, Team Manager XRT, timnya tetap semangat dan fokus dalam persiapan dan pengembangan tim. Dan dalam waktu dekat Mitsubishi XPANDER AP4 akan menjalani uji coba di lintasan reli, baik gravel maupun aspal.

“Saat ini kami justru sedang mempersiapkan diri lebih baik untuk menyambut musim kompetisi reli 2021 baik dalam Kejuaraan Nasional, maupun Internasional,” tukas Jeje, panggilan akrab Julian Johan.

Masih diungkapkan oleh Jeje, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan sesi uji coba untuk Mitsubishi XPANDER AP4. Tentu saja dalam pelaksanaan uji coba tersebut kami menjalaninya sesuai protokol COVID-19 yang telah ditentukan.

 “Semoga uji coba tim XRT ini dapat menambah motivasi tim-tim lainnya untuk tetap semangat dalam menghadapi ajang reli nasional tahun depan,” pungkas Jeje. 

Sementara itu Rifat Sungkar, pereli XRT yang juga turut membidani kelahiran Xpander Rally Team, mengaku berharap besar Kejuaraan Nasional di tahun 2020 dapat berlanjut. Apalagi FIA, otoritas otomotif dunia, sudah menjalankan kalender balap internasional yaitu Balap Formula 1 yang berlangsung di Austria. Tetapi dia menyadari bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia masih belum reda.

“FIA sudah kembali menggelar balap F1, tapi recovery di Indonesia ternyata butuh waktu yang lebih lama, mengingat Indonesia juga terkena pandemi beberapa bulan setelah COVID-19 merebak di negara lain,” ucapnya

Menurut Rifat momentum “istirahat”-nya Kejurnas balap di Indonesia harus dilihat sebagai kesempatan untuk melakukan persiapan dan pengembangan yang lebih sempurna dalam menghadapai balap 2021.