Chevrolet adalah salah satu pabrikan yang punya kiprah panjang di Indonesia. Pabrikan ini pertama hadir di tanah air sejak era colonial Belanda pada masa 1900-an.

Dikutip dari buku seorang jurnalis senior, James Luhulima yang berjudul Sejarah Mobil & Kisah Kehadiran Mobil di Negeri Ini yang disusunnya 2012 lalu,  General Motors pernah mendirikan fasilitas perakitan komponen era 1920-an dan diperbesar lagi pada 1938 demi menambah jumlah produksi.

Namun kenyataannya, selepas zaman kemerdekaan, GM harus menutup fasilitas produksinya karena permintaan kendaraan murah dan tahan lama yang pesat di Asia Tenggara, sementara model-model merek Chevrolet saat itu mengusung mesin berkapasitas isi silinder besar.

Sempat vakum hingga dua dekade, General Motors kembali hadir di bursa penjualan kendaraan baru lewat PT Garmak Motor pada 1970-an yang juga menjual Opel, merek Jerman yang memiliki lisensi dari GM. Perusahaan milik salah satu konglomerat nasional di zaman itu tetap tidak mampu melawan dominasi merek Jepang yang kian merajalela di tanah air.

1993 adalah zaman keemasan ekonomi Indonesia. Garmak Motor kemudian diambil alih sahamnya sebesar 60% oleh prinsipal (General Motors) dan mendirikan perusahaan bernama PT General Motors Indonesia (GM Indonesia).

Tiga tahun kemudian, GM Indonesia mulai merakit produk-produk dibawah naungan GM seperti Opel Blazer, Opel Vectra dan Opel Optima pada fasilitas produksi barunya di Pondong Ungu, Bekasi. Krisis ekonomi tanah air berkepanjangan sejak 1997 membuat GM Indonesia harus menutup lagi fasilitas produksinya pada 2005 karena penjualannya merosot tajam mulai 2001.

Tahun 2013, dengan semangat baru GM Indonesia mulai kembali membuka kembali fasilitas produksinya untuk merakit Chevrolet Spin. Mobil ini sempat menjadi tulang punggung pendapatan Chevrolet di Indonesia hingga akhir masa produksinya di 2015 lalu.

Nasib baik belum berpihak pada GM Indonesia, tepat hari ini, Senin 28 Oktober 2019, perusahaan yang menggawangi penjualan merek Chevrolet di tanah air tersebut kembali mengumumkan mundur dari pasar otomotif tanah air karena sulitnya persaingan terhitung sejak Maret 2020 mendatang.