Dalam sebuah pernikahan, 50 tahun merupakan sebuah usia emas sebuah hubungan yang penuh komitmen. Biasanya, para pasangan melakukan sebuah selebrasi untuk memperingatinya.

50 tahun merupakan sebuah pembuktian keseriusan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Begitupun dengan Mercedes-Benz, divisi kendaraan niaganya di Indonesia ternyata sudah berusia setengah abad berkomitmen untuk melayani konsumennya di tanah air.

Pencapaian selama 50 tahun tidaklah selalu mulus. Wajar, namanya juga bisnis. Pasang surut adalah hal yang biasa.

Perjalanan kendaraan niaga Mercedes-Benz di Indonesia berawal dari pendirian PT Star Motors Indonesia pada 8 Oktober 1970. Korporasi tersebut merupakan buah kolaborasi antara Daimler-Benz AG dan P.T. Gading Mas. Perusahaan ini kemudian diresmikan sebagai agen tunggal pemegang merek produk Daimler-Benz di Indonesia.

Di tahun yang sama, PT German Motors Manufacturing didirikan sebagai fasilitas manufaktur dan perakitan baru untuk produk Daimler-Benz yang berlokasi di Tanjung Priok. Pendirian PT Star Motors Indonesia dan PT Manufaktur Motor Jerman secara resmi menandai dimulainya era baru Mercedes-Benz di Indonesia.

Pada 1971, truk tipe 911 menjadi truk pertama yang diproduksi secara masal dari pabrik Mercedes-Benz di Indonesia. Segera setelah itu, PT Star Motors Indonesia mengumumkan ketersediaan truk dan bus diesel Mercedes-Benz 4-5-6 ton berkapasitas hingga 50 kursi. Satu tahun setelah suksesnya perakitan dan peluncuran kendaraan niaga Mercedes-Benz, pada tahun 1973, kami memperkenalkan bus O 321 H sebagai pelopor bus canggih di Indonesia.

Di 1977, kantor purna jual Mercedes-Benz pindah ke Ciputat, Tangerang dan resmi berdiri pada tahun 1978. Fasilitas ini dilengkapi dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Kami mendirikan pusat pelatihan terbesar di negara ini dan menjadi pusat kompetensi pelatihan truk dan bus Mercedes-Benz di seluruh Asia. Mercedes-Benz menyediakan program pelatihan mekanik di 20 dealer Mercedes-Benz profesional di seluruh Indonesia sejak awal 1978. Dalam program pelatihan ini, calon mekanik Mercedes-Benz akan dilatih selama tiga tahun dengan kurikulum yang terdiri dari 20 persen teori dan 80 persen latihan praktek.

Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di fasilitas perakitan lokal baru di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada tahun 1982. Diikuti dengan peluncuran generasi kedua OF1113, bus bermesin depan pertama yang hadir di Indonesia pada tahun 1986. Bus ini menjadi sangat populer di kalangan perusahaan otobus di Indonesia karena mesinnya yang kuat dan ekonomis.

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, Jawa Barat, saat ini merupakan lokasi PT Mercedes -Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia, yang menjadi lokasi perakitan mobil penumpang (C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus Mercedes-Benz.

Selama 50 tahun eksistensinya di pasar Indonesia, Mercedes-Benz telah melayani pelanggan sesuai dengan kebutuhan bisnisnya, melalui penawaran berbagai produk kendaraan niaga. Mulai dari produk bus terbaik Mercedes-Benz hingga jajaran truk berperforma terbaik dunia, seperti Axor, Actros, dan Arocs. Saat ini, Mercedes-Benz menyediakan pilihan sebanyak 34 model truk dan bus untuk pelanggan di Indonesia.

P.T. German Motor Manufacturing Indonesia, Werk Wanaherang, ca. 60 km von Jakarta in Richtung Bogor, 1981 (Indonesien).
Busproduktion O 306.