2014-bmw-x5-m50d-lettering

Efisiensi menjadi salah satu pertimbangkan konsumen kala membeli sebuah kendaraan. Terbukti, laporan dari Diesel Technology Forume menngungkap kalau permintaan terhadap mobil bermesin diesel dan berjenis Sport Utility Vehicle (SUV) meningkat.  Jdpowe melansir (17/06), peningkatan permintaan akan mobil berbahan bakar solar dan berjenis SUV ini terjadi di Amerika Serikat (AS).

Hal ini tak terlepas dari rencana aturan baru tentang efisiensi bahan bakar pada 2025. Berdasarkan data dari IHS Automotive, mobil bermesin diesel tercatat mengalami peningkatan sebesar 30 persen sejak 2010.

“Konsumen mulai memilih kendaraan yang lebih efisien dan analisis ini menunjukkan bahwa mesin diesel memiliki popularitas,” kata Executive Director Diesel Technology Forum, Allen Scaeffer. Tak hanya meningkat sebsar 30 persen, pasar mobil diesel juga mengalami naik 3,6 persen.

Data dari IHS Automotive juga menunjukkan angka kepemilikan mobil hybrid juga mengalami peningkatan hampir 65 persen pada periode yang sama. Schaeffer-pun menuturkan kalau pada 2012 lalu konsumen memiliki 50 pilihan mobil hybrid dan 23 SUV bermesin diesel dengan emisi rendah.

“Yang lebih menarik adalah daya tarik yang cukup besar terhadap mobil, truk dan SUV bermesin disel. Kami mencatat pertumbuhan penggunakan mobil tersebut di seluruh wilayah,” imbuh Schaeffer.

Menurut dia, 16 mobil dan SUV bermesin diesel baru akan melakoni debutnya di AS hingga akhir 2017. Dengan begitu, meninjau karakteristik mesin diesel yang lebih irit 30 persen ketimbang mobil bensin, Schaeffer yakin kalau adopsi mobil yang menenggak solar akan mengalami peningkatan dalam beberapa tahun ke depan.