Menjadi sebuah pabrikan yang ramah lingkungan ternyata bukan jaminan bagi Tesla untuk tidak dituntut lebih. Adalah People for Ethnical Treatment of Animals (PETA) yang meminta pabrikan mobil listrik asal California ini untuk mengenyahkan lapisan kulit dari kabinnya.
PETA menilai bila minimnya penggunaan kulit akan mengurangi jejak karbon dan menghijaukan dunia lebih lagi. Anne Kellogg, senior korporat dari PETA berujar bila akan lebih baik bila Tesla menggunakan kulit vegan yang lebih ramah lingkungan.
“Kami mendukung semua perusahaan, termasuk pabrikan mobil, untuk hanya menggunakan interior yang inovatif dan berteknologi tinggi,” jelasnya.
Senada dengan itu, ada dua orang pemegang saham Tesla yang mendukung penyingkiran kulit dari Tesla. Mark Peters dan Elizabeth Daller Peters, pasangan asal Texas, yang mengultimatum dihentikannya penggunaan kulit di 2019. Mark berargumen bila memelihara hewan ternak untuk produksi kulit akan menciptakan lebih banyak lagi efek gas rumah kaca yang berseberangan dengan tujuan Tesla mengurangi dampak terhadap lingkungan.
Meski begitu dalam rapat internal yang dilakukan pada Rabu (10//6) kemarin, usul tersebut tidak disahkan melalui voting. Elon Musk berpendapat bila mengeksplorasi alternatif tersebut hanya akan menghalangi jalannya proyek, meski dia tetap mempertimbangkannya.
Sejatinya, Tesla tidak benar-benar penuh menggunakan kulit. Di Model S, Tesla memberikan jok berbahan kain sebagai standar dan kulit sebagai opsional. Bahan yang benar-benar kulit pun hanya tampil pada pelapis setir.