Ford telah menghelat proyek layaknya di film-film Hollywood. Sebuah proyek rahasia. Ya, semua dilakukan secara diam-diam dan tidak terdeteksi, hampir-hampir seperti tidak melakukan apa-apa. Proyek tersebut berjuluk Project Phoenix.

Project Phoenix adalah garapan bawah tanah Ford yang hanya melibatkan segelintir desainer. Eksistensinya pun hampir tidak diketahui karyawan biasa, dengan tujuan mencegah bocornya informasi tersebut ke khayalak ramai agar penggarapannya bisa secepat mungkin demi mengejar target peluncurannya.

Persis seperti cerita Area 51 yang terkenal itu, Project Phonix juga tidak kalah seramnya. Sekumpulan kecil desainer dan teknisi tersebut disumpah untuk tidak membocorkan pengerjaaannya ke masyarakat umum, bahkan kepada keluarganya sendiri. Mereka bekerja di lantai bawah gedung Ford Product Development Center pada malam hari dan berpura-pura kepada keluarganya bila mereka sedang mengerjakan sesuatu yang lain.

Tidak ada kartu akses yang canggih untuk memasuki area tersebut, apalagi sidik jari. Yang ada hanyalah kunci besi kecil konvensional, yang tidak pernah terpikirkan akan sanggup mengakses sebuah proyek rahasia. Untuk pengujicobaannya sendiri tim Project Phoenix harus menyisihkan waktu mereka untuk dapat keluar di akhir pekan demi menguji kendaraan tersebut di area terbuka.

Singkat cerita semua selesai dan sang Phoenix pun lahir. Dia dikenalkan tepat pada selebrasi historis momentum GT49 1966 memenangkan 24 Hours of Le Mans, kala Henry Ford II memenuhi sumpahnya untuk sanggup mengalahkan Ferrari. Tepat sekali, kendaraan itu adalah New Ford GT.

Semua mata dunia tertuju padanya, pujian-pujian pun terbang. Semua kerja keras dan dana yang keluar terbayarkan. Detroit Motor Show pun menjadi saksi kala Ford GT bersinar, bahkan mobil sekelas Honda NSX yang digadang-gadang sanggup menyita perhatian massa pun seperti meleleh hingga sirna dibuatnya.