Bursa Motor (BURTOR) 2017 berupaya menyuguhkan konten yang berasal dari semua sisi dunia roda dua. Tak terkecuali custom culture yang diwakili oleh salah satu elemen yang mengisinya, yaitu pinstripe.

Seni pinstripe bisa ditemui di  BURTOR 2017 lewat sosok Drajat Setiyo dari DS Customs, Bekasi.

TheGaspol.com menemuinya dalam ajang yang berlangsung sampai besok, 24 September 2017 di 17 Park SCBD, Jakarta ini ketika pria ramah tersebut tengah asyik menggoreskan kuas di sebuah helm yang menjadi kanvasnya.

Perbincangan kami diawalinya dengan menjelaskan secara singkat ‘posisi’ pinstripe dalam dunia custom culture.

“Pinstripe cenderung lebih sebagai pemanis. Bisa diterapkan di mana saja. Ambil contoh di motor custom. Pengaplikasian seni pinstripe bisa ikut mengangkat tema klasik. Dan banyak juga yang pakai pinstripe di helm,” terang pria berusia 29 tahun tersebut.

Drajat hadir di BURTOR 2017 membawa nama studionya, DS Customs, yang sejatinya telah eksis semenjak empat tahun silam. Sejak itu pula dirinya menjalani seni pinstripe. Sambil ‘main’ sepeda low rider.

Menjalani seni pinstripe sebagai bisnis, Drajat merasakan antusiasme pegiat roda dua terhadap seni lukis ini semakin besar.

Harga Pinstripe DS Customs

Drajat melihat setiap seniman pinstripe memiliki karakter dan proses kerjanya masing-masing. “Setiap seniman berbeda-beda. Karakter tarikan garisnya, gambarnya, atau tulisannya,” ungkap Drajat.

Perbedaan itu juga termasuk dalam hal mematok harga untuk kliennya. Bicara biaya, Drajat memasang harga pinstripe helm yang relatif terjangkau.

“Untuk helm, saya pasarannya seratus lima puluh ribu ke atas. Itu bisa lebih mahal tergantung motif atau request-nya. Kalau memang gambarnya ramai, butuh kesabaran juga. Tapi kalau untuk yang simple sih biasanya sejam selesai,” kata Drajat.

Menggunakan Cat Enamel untuk Pinstripe

Soal teknis pengerjaan, Drajat sebut ia menggunakan cat enamel untuk karya pinstripe-nya. Cat ini memang jamak dipakai oleh seniman pinstripe lataran lebih kuat.

Meskipun butuh waktu lebih lama agar bisa mengering sempurna. Sifat cat enamel yang lama kering itu nyatanya juga menguntungkan baginya dalam proses pengerjaan.

“Untuk tarikan garisnya lebih dapat. Kalau cat duko, kita tarik sebentar langsung kering,” jelasnya.

Sedangkan, pengaplikasian pinstripe bisa di atas lapisan pernis ataupun di bawahnya. Opsi kedua jelas lebih aman dari goresan benda asing sehingga menjadikannya lebih awet.

Namun, tampaknya hal itu bukanlah sesuatu yang pantas terlalu dipikirkan. Lantaran, masih menurut Drajat, tak sulit untuk memperbaiki pinstripe yang tergores atau kondisinya menurun.