Ada anggapan bahwa pabrikan yang tak hanya membuat mobil namun juga kendaraan bentuk lain, seperti sepeda motor akan lebih kreatif. Hal itu ada benarnya, kemunculan konsep Honda Project 2&4 jadi bukti. Mobil bermesin sepeda motor RC213V MotoGP dengan dimensi bodi kompak yang menyajikan berbagai warisan pabrikan asal Jepang.

Project 2&4

Melihat keberhasilan konsep Project 2&4 sebagai magnet perhatian di Frankfurt, membuat TheGaspol tertarik untuk menelisiknya lebih dalam. Pasalnya, kehadiran mobil tersebut tergolong janggal. Saat kebanyakan pabrikan fokus pada pengembangan mobil elektrik yang tak hanya ramah lingkungan namun juga punya performa sportscar, Honda hadir dengan opsi kendaraan masa depan yang nyeleneh.

Project 2&4 c

Project 2&4 menjadi realisasi, bagaimana Honda melihat dinamika mobilitas individu beberapa dekade ke depan. Sekaligus, upaya Honda menepis stigma yang menganggap mereka kerap mengesampingkan performa pada produk-produknya. Bukan cuma soal mesin tapi juga manoeuvrability. Bentuknya yang kompak memungkinkan mobil ini bekelit dengan lincah di jalan raya layaknya sepeda motor. Hebatnya, ia akan tetap stabil berkat konstruksi bodi menyerupai roadster.

Project 2&4 f

Fakta mengenai mesin, Honda harus meredam ledakan 1.4 liter V4 bertenaga 230 tenaga kuda menjadi 212 tenaga kuda agar memenuhi ketentuan street legal. Kinerja jantung mekanis ditopang oleh sistem transmisi enam percepatan dual-clutch yang menyalurkan tenaga tersebut ke roda depan.

project-24 Honda

Nah, yang membuat Honda Project 2&4 sangat cocok bagi para pemecut adrenalin ialah “floating seat” yang didesain agar pengendara semakin dekat dengan maut. Kokpit terbukanya membuat pengalaman berkendara makin gila dengan mobil berdimensi panjang 3,4 m dan lebar 1,82 m ini.

Project 2&4 d

Belum banyak yang tahu kalau konsep Honda Project 2&4 lahir dari sebuah kompetisi global yang diikuti oleh studio-studio desain perusahaan bentukan Soichiro Honda dan Takeo Fujisawa tersebut.

Project 2&4 a

Kala itu, pusat desain Asaka yang kerap merancang sepeda motor dan pusat desain mobil di Wako berhasil meraih atensi tertinggi lewat rancangannya yang terinspirasi mobil balap Formula One RA272. Mobil Jepang pertama penyandang gelar juara grand prix saat pebalap AS Richie Ginther finish pertama di Mexican Gran Prix 1965.