Untuk beberapa alasan, sedan Quattroporte milik Maserati adalah pilihan terbaik untuk para konsumen Indonesia. Bahkan di Asia, mengacu data dari Maserati Indonesia, penjualan Quattroporte di Indonesia tergolong cukup besar dibandingkan yang lain. Apakah yang membuat sedan-empat pintu ini menjadi begitu berhasil?

Menurut penuturan Ismal Ashlan, Public Relation Manager Maserati Indonesia, karakteristik masyarakat Indonesia yang sangat cocok dengan penawaran dari Quattroporte. Model flagship dari Maserati yang sudah melangang-buana sejak 1963 ini memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Sebuah kendaraan empat-pintu yang cukup luas namun memberikan performa yang tidak bisa dianggap remeh.

“Rentang usia pembeli Quattroporte adalah 45 – 60 tahun. Mereka adalah pribadi yang sukses dan sudah berkeluarga,” jelas Ismail di sela-sela peluncuran Quattroporte terbaru di Jakarta, Selasa (11/08)

Rentang usia tersebutlah, menurut Ismail, yang sudah bisa dikategorikan matang secara finansial dan mencari kendaraan yang nyaman. Maka tidak heran bila Quattroporte sangat nyaman untuk dijadikan daily use dan sang pemilik mampu bersantai dengan leluasa di dalam kabin. Namun untuk memuaskan hasratnya akan kecepatan, sang pemilik pun bermanuver di akhir pekan.

“Kebanyakan dari pembeli Quattroporte akan berpindah sebagai driver di akhir pekan untuk memacu mobilnya dengan kencang. Torsi yang diberikan tergolong paling besar di kelasnya, tidak ada sedan empat-pintu bermesin 3000cc yang mampu lari dari nol ke 100 km/jam hanya dalam waktu 5,6 detik,” bebernya.

Dengan penawaran unik tersebut, Quattroporte mampu memikat hati konsumen Indonesia dengan mudah. Maserati pun berharap melalui peluncuran varian terbaru ini banyak calon konsumen yang tertarik melirik Quattroporte untuk dijadikan kendaraan kesayangan mereka.