Ledakan hebat yang terjadi di kota Tianjin, China menggegerkan dunia. Setidaknya, sudah ada puluhan orang yang meninggal dan terluka akibat insiden kebakaran di sebuah fasilitas kimia ini. Tidak terkecuali ratusan kendaraan baru yang terdapat di sana.

Sebagai kota pelabuhan, Tianjin memang menjadi gudang yang cocok sebagai tempat transit dari mobil-mobil yang ingin keluar dan masuk ke China. Maka tidak heran bila kota tersebut menjadi salah satu dari titik pengapalan mobil terbesar di negri bambu tersebut.

Malang bagi Renault dan Volkswagen, yang secara kebetulan meyimpan stok mobil dekat tempat kejadian. Setidaknya ada sekitar 1,500 mobil Renault yang termakan api. Total kerugian diperkirakan mencapai 33 juta dolar AS.

Sementara untuk Volkswagen, yang mana juga mengalami hal yang sama, dimana ratusan Beetles dan ribuan Touareg dilumat api. Meski semua kendaraan diperkirakan berada dalam lindungan asuransi, namun tetap saja hal tersebut dapat menjadi penghalang besar untuk gerakan kedua merek tersebut di China.

Menurut data yang didapatkan dari China Earthquake Network, ada dua ledakan yang terjadi secara beruntun. Ledakan pertama tercatat mencapai 2.3 skala ritcher, bila disamakan dengan gempa bumi, setara juga dnegan 3 ton TNT. Ledakan kedua terjadi 30 detik sesudahnya dengan skala yang lebih besar, 2.9 yang setara dengan 21 ton TNT.