Perjalanan Ride for Heroes masih menyisakan cerita. Kesan cukup mendalam didapat saat komunitas Royal Riders Indoensia tiba di kota Surabaya sebagai tujuan akhir touring yang dimulai sejak 7 November 2017 tersebut.

Di ibu kota Jawa Timur ini rombongan sempat bertatap muka dengan Tari Moekari. Putri dari tokoh sejarah Moekari yang pada masanya merupakan anggota pasukan elit kepolisan bentukan Jepang bernama Tokubetsu Keisatsuta alias Polisi Istimewa.

Sedikit cerita, Tari pernah menulis buku berjudul “500 Km” yang isinya menceritakan perjuangan sang ayah bersama pasukannya. Mulai dari pertempuran di Surabaya pada 10 November 1945 hingga upaya bertahan di pedalaman Jawa Timur.

Ride for Heroes

Ride for Heroes

Jawa Pos dalam laporan yang berjudul “Tari Moekari, Lukiskan Perjuangan sang Ayah dalam Buku 500 Km, Bertempur dari Surabaya hingga Madiun” menulis, saat itu para pejuang dipukul mundur setelah 21 hari dengan gigih mempertahankan kota.

Polisi Istimewa adalah pasukan terakhir yang mundur perlahan dari kota. Perjuangan kemudian dilanjutkan dari Sidoarjo, Malang, Madiun, hingga Ponorogo.

Besar andil kesatuan yang menjadi cikal bakal Brigade Mobil (Brimob) itu saat perang kemerdekaan. Yang sayangnya, menurut Tari, tidak mendapat jatah semestinya dalam narasi sejarah bangsa ini.

Ride for Heroes

Ride for Heroes

Tari berusaha membenahinya lewat buku “500 Km” sekaligus diskusi-diskusi langsung seperti yang sempat rombongan Royal Riders Indonesia hadiri.

Terlepas dari semua itu, di Surabaya Royal Riders Indonesia juga sempat menjalin silaturahmi dengan komunitas roda dua setempat, Arek Bambu Runcing. Dan mengunjungi tempat-tempat bernilai historis di kota ini. Seperti yang pernah kami tuangkan dalam catatan perjalanan sebelumnya.

Dan untuk menutup rangkaian perjalanan Ride for Heroes tahun ini Royal Riders Indonesia akan menayangkan film dokumenter tentang perjalanan tersebut. Rencananya, penayangan dilakukan awal Desember nanti.

Ride for Heroes

Ride for Heroes

Perjalanan Ride for Heroes pun tak berakhir di sini. Tahun depan napak tilas rute bersejarah sebagai bentuk perayaan Hari Pahlawan ini akan kembali digelar. Bahkan bocorannya akan mengambil rute lebih ektrem di luar Jawa.

 

(Catatat lainnya dari perjalanan ini bisa dibaca di link Ride for Heroes)