Riuh rendah suara knalpot yang memantul ke tembok-tembok gerai milik PT. Sena Autoparts Indonesia di Jl. Cikini Raya No.70, Jakarta tiba-tiba lenyap begitu film semi dokumenter “Ride on United” terputar. Sabtu sore itu (19/12), sebanyak 500-an rider dari beragam latar belakang dan tipe tunggangan tampak serius menyaksikan tayangan tentang proses pembuatan kursi roda bagi tokoh olahraga otomotif Indonesia, Tjetjep Heryana alias Tjetjep Euwyong.

Ride-on-United-Ulah-Adigung-Project-10

Tjetjep bukan mantan pembalap sembarang. Dirinya menorehkan prestasi-prestasi gemilang selama membalap dalam kurun waktu dua puluh tahun (1954 – 1974). Namanya yang terpatri di wall of fameGrand Prix Macau bisa menjadi bukti. Namun sayangnya, ingar bingar kehidupan Tjetjep sebagai atlit berprestasi di lintasan adu cepat terbalik 180 derajat setelah insiden yang mengakibatkan disfungsi pada kaki.

Ride-on-United-Ulah-Adigung-Project-10

Dan Tjetjep yang mengaku dulu membalap untuk tim Yamaha terpaksa menjalani masa pensiun dengan segala keterbatasan. Fisik ditambah finansial. “Ini terlalu istimewa,” kata Tjetjep berkali-kali pada acara Ride on United yang mengagendakan penyerahan sumbangan kursi roda untuknya. Bisa jadi di mata Tjetjep, animo para biker serta apa yang diterimanya dalam kelanjutan proyek Ulah Adigung ini melebihi bayangan. Tapi tidak begitu dengan pikiran Heret Frasthio, penggagas gerakan ini yang mengimpikan pemotor Tanah Air masih bisa berbuat lebih besar.

Ride-on-United-Ulah-Adigung-Project-10

Heret melihat pesan semangat Ulah Adigung (jangan sombong) sendiri masih jauh dari tuntas. “Perjalanan pesan Ulah Adigung masih sangat panjang dan mungkin bisa bertahun-tahun. Ini adalah sebuah gerakan moral yang harus kita hidupkan bareng. Di mana kita berusaha menerapkan valuedari para legenda pada kehidupan masa sekarang.” ungkap Heret. Untungnya Heret memang tidak sendirian dalam menyebarkan semangat yang punya inti mempersatukan penunggang semua tipe motor dan mengajaknya bertindaktanduk positif di jalanan.
Ride-on-United-Ulah-Adigung-Project-10

Pekerja seni hiburan yang juga menggeluti hobi roda dua, Omesh dan Ringgo, menyumbangkan barang-barang pribadi untuk dilelang pada acara Ride on United. Termasuk pembalap M. Fadli dengan sarung tangan bersejarahnya. Serta nama-nama lain yang peduli pada dunia permotoran Indoensia, seperti Jody Sumantri a.k.a Jhody Bejo.

Ride-on-United-Ulah-Adigung-Project-10

Selain orang-orang itu, keterlibatan semua riderbegitu dibutuhkan guna terus mengobarkan semangat Ulah Adigung agar tidak sekedar menjadi gebyar-gebyar semasa, lalu menguap jika kustom culture di Indonesia luntur.

“Jangan dilihat dari kursi rodanya. Tapi ini adalah sebuah awal bahwa kita harus peduli dengan para legenda dan menjadi acuan untuk kita bisa melakukan yang lebih besar lagi ke depannya,” ungkap Jody.