Jalan Patiunus pastinya sudah cukup akrab di telinga anak motor Jakarta. Karena jalanan yang rindang berkat pepohonan di sekelilingnya ini kerap dijadikan titik kumpul oleh mereka yang hendak riding keliling Ibukota khususnya saat akhir pekan.

Tak terkecuali pada, Sabtu (2/9) kemarin saat ratusan rider ambil bagian dalam agenda riding Retro Glory Ride yang menjadi bagian perayaan 70 tahun eksistensi Wrangler di industri fashion global. Di sini, para rider yang ikut riding didorong buat tampil dengan gaya fashion khas tahun 1970-an untuk menguatkan tema yang diusung.

Agenda riding kali ini dimotori nama-nama yang sudah tak asing lagi, baik di industri kreatif ataupun ranah roda dua. Sebut saja Heret Frasthio dan Ade Habibie. Kebetulan, keduanya juga merupakan bagian dari empat pihak yang diajak Wrangler membuat karya khusus untuk dipamerkan di Wrangler Retro Glory Exhibition.

Retro Glory Ride Wrangler

Dua nama lainnya dari pihak yang diajak berkarya tersebut ialah, Svastiari (fashion stylist) dan Darahkubiru (denim enthusiast community). Karya mereka semua dipamerakan di Jakarta Creative Hub. Lokasi yang sekaligus menjadi titik akhir riding Sabtu siang itu.

Semua karya seni yang ditampilkan mengambil tema psychedelic yang populer pada era 1970-an.

“Tema 1970-an diambil karena pada era itu Wrangler lagi hits banget. Denim jaket jeans buat cowboy benar-benar Wrangler yang megang. Jadi kita pengen bawa lagi spirit 1970-annya itu,” kata Livia Putri Wijaya, Koordinator Marketing Komunikasi, PT Delamibrands Kharisma Busana, pemasar brand denim Wrangler di Indonesia.