Rifat Sungkar (7)

Segudang prestasi sudah ditorehkan pria kelahiran 27 Oktober 1978 ini, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mengantongi 3 kali podium di Amerika, juara 1 Grup N WRC Perancis 2012 dan 9 kali di dalam negeri tidak membuat seorang Rifat Sungkar menjadi tinggi hati. Malahan demi si buah hati, El Maeca Rifat Sungkar, pria ini nekat untuk vakum dari kiprahnya di ranah balap untuk memantau tumbuh kembang buah hatinya. Maka simaklah penuturan Rifat tentang balap, rally dan juga hobinya mengoleksi Lego.

Rifat Sungkar (2)

Apa arti anak untuk kamu?

Siklus hidup saya berbeda dengan kebanyakan orang. Saya gemar berpetualangan. Apalagi kapten kapal terakhir di keluarga saya sudah mempunyai anak, tentu saja artinya banyak.

Kalau arti kemenangan?

Bicara kemenangan di speed offroad, itu susah. Karena saya pakai mobil yang paling besar dan berat dibanding mobil lainnya. Tentu itu amat berarti.

Rifat Sungkar (5)

Kalau disuruh memilih?

Tentunya berbeda. Antara kemenangan saya 12 tahun terakhir, happy-nya beda dengan kebahagiaan saya memiliki anak. Apalagi dia laki-laki, pasti ada yang meneruskan saya nanti.

Jadi mau diproyeksikan untuk mengikuti jejak kamu?

Percaya enggak sih, kalau anak saya ini belum pernah dibeliin mainan mobil-mobilan? Tapi kalau sudah di dalam mobil El bisa betah. Bahkan bisa konsentrasi banget di depan setir.

Rifat Sungkar (3)

Apa pendapatmu tentang dunia drifting?

Kalau secara kepuasan, tentunya masih kalah dengan jenis balap yang lainnya. Namun kalau berbicara tentang semangat kompetisi, di situ saya suka. Hanya di drifting kita bisa menemukan nama-nama baru yang tidak pernah dikenal sebelumnya, tentunya dengan bakat-bakat baru di sana.

Kalau ceritanya bisa sampai di speed offroad?

Sebenarnya semua berawal dari ketidak sengajaan. Pertama saya mulai ikut meramaikan family gatheringnya Mitsubishi Pajero. Dalam ajang tersebut, saya pasti selalu membawa pengunjung dan tamu undangan untuk merasakan performanya. Saya kaget mobil tersebut melebihi ekspektasi. Kaki-kakinya kuat banget. Akhirnya saya berpikir, kenapa tidak dicoba untuk ikut speed offroad.

Rifat Sungkar (16)

Akhirnya?

Ya kita coba cari cara supaya Mitsubishi Pajero ini bisa kenceng. Yang jelas mobil ini bodynya bongsor dan berat. Akhirnya kita develop mesinnya dengan sistem suspensi yang mumpuni buat melayani performa mesin. Cuma diganti turbo, intercooler, compas solar dan piggy bag. Dan baru di tahun ini dipasang NOS.

Bagaimana biayanya?

Untuk mesin sih tidak habis banyak. Tapi saya akui kalau investasi di sistem suspensi yang paling besar. Sampai 300 juta. Tapi hasilnya, berani kencang di tikungan.

Rifat Sungkar (18)

Punya pengalaman menarik selama karir kamu di adu kebut?

Pelajaran yang saya dapat adalah banyak nyasar. Hahahaa.. Bahkan saya pernah survei terus kesasar dan sampai garis finish melewati 5 peserta tanpa harus menyusul. Potong jalur.. Hahahaa

Kenapa sekarang mainan Lego?

Sebelum booming sebenarnya saya sudah mainan Lego lebih dulu sama istri (Sissy Priscillia). Rata-rata 85% pemain lego itu orang dewasa. Siklusnya tuh main dari kecil, terus pas SMP sampai SMA ditinggalin, lalu anaknya minta beliin, akhirnya orang tuanya ikutan main. Hahahaa..

Rifat Sungkar (1)

Apa keinginanmu di masa depan?

Saya sedang merintis sekolah safety driving. Ekspertis buat nyetir itu belum banyak. Dan jalanan butuh pengemudi yang bertanggung jawab.

Motto hidup kamu?
If you want to be a champion, act like a champion. Masalah gagal itu biasa, coba aja dulu.

Rifat Sungkar (4)

Pendapatmu tentang berkendara?

Driving is a full time job, bukan part time job. Kamu tidak bisa membagi konsentrasi kamu ke tempat lain sementara kamu memikul tanggung jawab yang besar.