Banyak ditemui pemilik mobil yang mendirikan wiper saat memarkir kendaraannya di ruang terbuka. Terutama, pada siang hari guna menghindari getasnya karet wiper.

Ternyata, ritual ini bukanlah mitos belaka. Hal tersebut dibenarkan oleh Bosch Indonesia yang juga memasarkan komponen ‘aftermarket’ penyeka air di kaca depan mobil tersebut.

“Ada pengaruhnya. Karena memang saat panas dan ‘wiper’ itu menempel dengan kaca depan, lalu terkena sinar matahari itu terjadi proses pemuaian,” jelas Griselda Iwandi, Marketing Manager Automotive Aftermarket Bosch Indonesia di Bogor, Kamis (3/3).

Dirinya menambahkan, cara ini pun disarankan untuk dilakoni oleh para konsumen produk ‘aftermarket’ Bosch Advantage Wiper yang baru saja diperkenalkan hari ini. Tujuannya, jelas untuk memperpanjang umur ‘wiper’ itu sendiri.

Namun, masih kata Grisela, tidak ada jangka waktu yang baku mengenai jadwal penggatian ‘wiper’. “Secara umum kita rekomendasikan enam bulan sekali,” sambung Griselda. Sejatinya, daya tahan ‘wiper’ tergantung dari frekuensi penggunaan dan kondisi cuaca.

Griselda mengatakan bahwa setelah melewati musim kemarau, biasanya kondisi ‘wiper’ menurun.

Ketahui Kondisi Wiper

Cara untuk mengetahui kondisi ‘wiper’ sebetulnya tergolong mudah. Selain menilai hasil sapuan ‘wiper’ di kaca depan, pemilik juga bisa memerhatikan kondisi fisik karet.

“Kalau karetnya sudah mulai getas, kriting, atau tidak lurus lagi berarti itu saatnya ganti,” kata Grisela. Selain dari ciri-ciri fisik, ‘wiper’ yang bersuara saat dioperasikan merupakan indikasi tibanya waktu penggantian.