Di era modern ini, penggunaan robot dalam industri otomotif sudah menjadi hal yang biasa. Dengan robot, proses pengerjaan dengan cara otomatisasi ini cenderung lebih cepat dan presisi dengan tingkat kegagalan yang minim.

Seperti di pabrik produksi Mitsubishi Motors di Cikarang, Bekasi, otomatisasi robot terlihat hampir di seluruh jalur perakitan dari awal hingga akhir. Lantas seberapa besar pembagian antara tenaga kerja otomatis dengan Sumber Daya Manusia yang ada di fasilitas milik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) tersebut?

Dalam sebuah konfrensi pers, Takao  Kato, Presiden Direktur PT MMKI menyebutkan rasio perbandingan robot dengan tenaga kerja manusia adalah sebesar 40%. Kontribusi paling besar adalah diproses stamping (pencetakan panel body) dan welding (pengelasan bagian body).

“rasio ini kurang lebih sama dengan pabrik kami di Thailand. Dimana tenaga kerja manusia masih lebih banyak 60% ketimbang robot. Namun berbeda di Jepang, disana 95% sudah dikerjakan oleh robot,” jelas Takao Kato.

Disebutkan oleh Takao Kato, perbandingan jumlah robot dengan tenaga manusia kemungkinannya akan bertambah. Apalagi bila biaya jasa tenaga kerja di Indonesia terus merangkak naik, maka robot bakal punya kesempatan lebh besar untuk melakukan proses produksi di pabrik Mitsubishi Motors.