Rolls-Royce Kamboja

Kamboja merupakan negara yang menganut sistem tertutup. Pemerintahannya sangat selektif dan cukup menjaga jarak dengan dunia luar akibat pengaruh rezim sebelumnya yang menutup diri dari dunia luar.

Namun kini, negara yang terletak di kawasan Semenanjung Indochina tersebut mulai membuka diri dari dunia luar dari berbagai aspek termasuk bidang otomotif. Hal ini tampak dari kehadiran dealer dari salah satu pabrikan handmade kendaraan premium di dunia, yaitu Roll Royce di kota Pnom Penh.

Bisa dikatakan bahwa keberadaan dealer Rolls Royce di Kamboja tersebut membawa senyum dan angin segar bagi para Milyarder disana. Hal ini tersirat dari statement pihak Rolls Royce yang mengatakan bahwa pembukaan dealer mereka di Kamboja salah satunya adalah untuk memenuhi permintaan mobil mewah yang cukup tinggi di negara tersebut.

Dan menurut Paul Harris, Direktur Regional Rolls Royce Motor Cars Asia Pasifik, pertumbuhan ekonomi di Kamboja memang cukup cepat dalam satu dekade terakhir ini, sehingga tingkat permintaan untuk kendaraan mewah juga meningkat tajam.

Menurut informasi dari pihak kementerian, sudah ada 10 unit mobil Rolls Royce di negara tersebut dengan harga mencapai US$ 950 ribu (Rp 11,23 Miliar). Rolls Royce mempercayakan pengelolaan dealer mereka di Kamboja pada perusahaan HGB Group Co.

“Saya sangat yakin bahwa mobil Rolls Royce akan memiliki ruang untuk tumbuh di Kamboja karena negara ini memiliki banyak konglomerat sehingga mereka memiliki uang untuk membelinya,” tegas Menteri Industri Kamboja.

Pihak Rolls Royce tetap optimis dengan penjualan mereka di Kamboja meskipun negara tersebut memberlakukan pajak kendaraan sangat tinggi. Contohnya untuk harga dari Rolls Royce Wraith yang dibanderol seharga US$ 290 ribu atau sekitar Rp 3,43 miliar, di Kamboja bisa dijual dengan harga hingga mencapai tiga kali lipat di negara tersebut