Tidak bisa dipungkiri bahwa Jepang adalah salah satu kiblat industri otomotif di dunia. Puluhan brand, ratusan tipe sampai jutaan unit telah terlahir dari negeri Sakura. Sampai saat ini, mobil – mobil yang seliweran di jalanan Indonesia juga masih dipadati oleh mobil bermerek Jepang. Meski demikian, tanah air rasanya masih jauh jika harus mengikuti tren yang sedang diminati disana.

Perubahan tren biasanya mengikuti pada kiblatnya, tapi yang lebih dipentingkan di Indonesia adalah fasilitas dan prasarana yang juga cukup mendukung untuk menggunakan atau mengaplikasikan tren tersebut. Sampai sejauh ini, data dari Gaikindo telah menyebutkan bahwa mobil paling laris di Indonesia masih dipegang oleh kendaraan bergenre MPV. Selain memuat banyak penumpang, bahan bakar yang irit juga menjadi opsi lain konsumen untuk membeli sebuah mobil.

Bukan yang lainnya tidak menarik, sebetulnya model – model lain juga telah lama menggoda pasar dengan ragam perubahan dan fitur yang dimiliki. Dapat kita lihat dari 3 tahun terakhir saja, produsen mobil asal Jepang justru coba merubah tren di Indonesia dengan menghadirkan mobil dengan harga terjangkau lewat Low Cost Green Car (LCGC). Dianggap promosi yang menggiurkan agar masyarakat semakin mudah memiliki mobil, LCGC malah diluar ekspektasi para pemiliknya karena dianggap berkualitas rendah. Apalagi setahun belakangan, Indonesia justru dibanjiri oleh moda transportasi online, yang sudah pasti membutuhkan mobil dengan kapasitas lebih dari empat penumpang.

Melihat kesempatan seperti itu, pasar roda empat di Indonesia kembali dipenuhi model – model terbaru dari kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV). Sejak 2016 bergulir, Toyota malah sudah memperbarui model kendaraan MPV-nya seperti Innova, Avanza dan yang terbaru Sienta. Tak mau ketinggalan, Suzuki juga menghadirkan Ertiga model terbaru yang memiliki pasarnya sendiri, diikuti Honda yang langsung tancap gas dengan pembaruan Mobilio, dan yang akan datang Honda Freed.

Selain sesuai kebutuhan, mobil – mobil di atas dianggap lebih fleksibel dan ekonomis untuk dimiliki di Indonesia ketimbang mobil berjenis sedan atau Sport Utility Vehicle (SUV) yang punya pajak dan perawatan lebih mahal.

Hmmm, kita memang sudah terbiasa dijejali oleh rakitan produsen asal Jepang yang terlihat menampilkan model yang itu – itu saja. Tapi yang perlu juga diketahui, mobil – mobil di atas justru tak banyak kita jumpai di negeri Sakura, bahkan beberapa merek malah di jual hanya di Indonesia.

Walah, jadi penasaran kan tren mobil di Jepang, yang notabene adalah kiblat industri otomotif di dunia? Seperti dilansir Asahi, mobil paling laris di Jepang pada semester pertama tahun 2016 justru dipegang Toyota Prius hybrid dan mobil ini sudah laku sebanyak 142.562 unit. Prius sendiri tergolong ke dalam segmen Kei car yang merupakan kendaraan hybrid dan sedang menjadi tren umum di Jepang.

Dengan mayoritas penduduk yang masih mengandalkan transportasi publik, Jepang sudah selangkah lebih maju dari Indonesia yang telah dulu memikirkan faktor ramah lingkungan ketimbang kapasitas penumpang untuk urusan membeli mobil. Jadi, apa masyarakat di Indonesia akan segera mengikuti tren kiblat otomotif dunia? Apa akan tetap seperti saat ini? Yuk kita berpendapat di kolom komen di bawah ini :