Bukan mobil klasik sembarangan. Tapi Chrysler Windsor berwarna hijau tersebut punya sejarah besar yang menempel. Tokoh penting bangsa ini seperti Jenderal Besar Sudirman dan Sukarno pernah “dilayaninya” dalam menjalankan tugas negara.

Begitulah sejarah mencatat sepak terjang salah satu eks mobil RI 1 ini. Chrysler Windsor buatan 1947 tipe limosin yang menjadi salah satu penampil dalam pergelaraan mobil klasik HUT PPMKI (Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia) ke-38 di halaman Gedung Sate, Bandung.

(Baca juga: HUT PPMKI Ke-38: Hajatannya Pemilik Mobil Klasik Indonesia)

Pada hari pertama penyelenggaraan, Sabtu (24/11), limosin tujuh penumpang ini kembali dimasuki pejabat. Kini giliran Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang menjajal kabin bersejarahnya. Dikelilingi wartawan yang meliput, gurbernur mendaratkan tubuhnya di bangku pengemudi.

Mobil RI 1 Klasik Chrysler Windsor Limousine

Tangannya terlihat coba merasakan feeling dari lingkar setir sementara pandangnya menyapu ke setiap sisi dasbor. Lantas terlontar kekaguman atas salah satu mobil milik kolektor Hartawan Setjodiningrat atau sering disapa Hauwke itu.

“Ternyata nyaman luar biasa. Saya kagum karena tahun 1960-an ada mobil yang sudah modern. Yang sudah ber-AC, matik pula, empuk pula,” ucapnya.

Mobil ini memang spesial. Karena lahir sebagai varian luks dalam bentuk limosin berkapasitas tujuh penumpang. Produsen hanya membuat Chrysler Windsor Limousine selama kurun waktu dua tahun (1946 – 1948). Sedangkan varian regulernya punya masa produksi jauh lebih panjang, yaitu sejak 1940 sampai 1967.

Mobil RI 1 Klasik Chrysler Windsor Limousine

Chrysler Windsor Limousine bisa dipastikan merupakan produk papan atas pada masanya. Ahmad Heryawan menganggap langgengnya karisma mobil ini tak lepas dari totalitas mereka yang ada di balik proses perancangannya dulu. Dan dirinya ingin semangat tersebut juga ada di generasi muda Indonesia.

“Jika kita ingin dikenang katakanlah hingga dua ratus tahun yang akan datang oleh generasi muda kedepannya maka buatlah karya sejarah seperti mobil-mobil ini. Yang keawetannya, kekuatannya, atau manfaatnya bisa melampaui umur biologis orang-orang yang terlibat dalam perwujudannya,” tuturnya.