Mengambil istilah yang sedang naik daun saat ini, Bikers zaman now semakin terampil dalam mengekspresikan dirinya saat berada diatas motor. Termasuk dalam pemilihan sarung tangan berkendara, tak peduli apapun kuda besinya, sarung tangan model retro klasik berbahan kulit dengan pilihan warna berani seolah semakin membudaya dan menarik untuk dipadu padankan dengan apparel lain saat berkendara.

Perkembangan sarung tangan model lawas seperti ini, dengan sendirinya ikut meroket seiring maraknya budaya atau kultur modifikasi motor bertema retro klasik. Menariknya, seolah tak ingin tertinggal zaman, para pengrajin lokal apparel ini pun semakin terus mengkreasikan sarung tangan yang beken di zamannya untuk kembali di produksi saat ini.

Kenyamanan saat digunakan tentu menjadi pertimbangan utama konsumen saat membeli sarung tangan berbahan dasar kulit hewan ini. Tujuannya jelas, agar saat berkendara kondisi pergelangan tangan tetap nyaman meski terus menggenggam handgrip.

Berbicara soal kualitas, rupanya tak semua sarung tangan berbahan kulit satwa ini punya daya tahan yang baik, atau setidaknya mampu berumur panjang. Di pasaran umumnya produsen menjual sarung tangan model retro klasik ini dengan berbagai pilihan bahan, kulit domba atau kulit kambing muda.

Property of Good Condition

Sobfa Srewi Handoko, pengrajin sarung tangan kulit retro klasik berlabel Good Condition punya menu tersendiri untuk meracik produk sarung tangan bikinannya. Ia lebih memilih kulit kambing muda sebagai bahan pembuat sarung tangan buatannya karena kulit hewan pemakan rumput ini punya sifat bahan yang lebih lentur sehingga lebih mudah mengikuti kontur tangan pemakainya.

Property of Good Condition

“Lentur disini bukan seperti karet yang mudah melar, namun lebih mudah untuk mengikuti bentuk tangan pemakainya dan tidak rentan sobek. Selain itu juga, pewarnaannya juga tak mudah luntur dan menempel di kulit tangan pengendara meski sering digunakan,” jelasnya saat di Kustomfest 2017, Yogyakarta lalu.

Ada beberapa pilihan model untuk sarung tangan ini di pasaran. Ada model panjang dengan model jari tertutup seluruhnya dan ada model terbuka atau model pendek yang menyisakan bagian ujung-ujung jari. Masing-masing produsen juga berkreasi sendiri dengan model lubang hawa atau perforated yang berbeda-beda di setiap sarung tangan.

Soal warna, di pasaran tersedia beragam pilihan kelir yang bisa dipadu padankan dengan pakaian berkendara penunggang kuda besi. Seperti merah, kuning, biru, cokelat tua, cokelat muda dan hitam.

Sarung tangan retro klasik berbahan kulit yang lembut ini rata-rata dipasarkan dengan banderol mulai Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribuan. Tentu harga bisa menjadi lebih mahal jika konsumen menginginkan kustomisasi khusus di sarung tangan kulit tersebut.