Chevrolet Camaro 2016 siap melaju lebih kencang berkat sasis barunya yang diklaim General Motors lebih ringan. Benarkah ini berhubungan dengan kemudi dan performa yang lebih baik?

Mark Reuss, Executive Vice President of Global Product Development GM mengungkapkan hal tersebut di Michigan beberapa waktu yang lalu. Dia mengungkapkan bagaimana susut bobot Camaro sanggup mencapai 176 kilogram berkat platform modular ‘Alpha” terbaru yang dikombinasikan dengan material berkualitas.

Sebagai contoh, modular ini mampu memudahkan teknisi untuk menandai area spesifik yang memerlukan penambahan berat. Tujuannya adalah memberikan dampak besar kepada kekuatan secara keseluruhan. Hasilnya berupa sasis baru yang 28 persen lebih kuat namun dengan reduksi bobot yang jauh lebih banyak daripada sebelumnya.

Mengenai performa, komponen tersebut merupakan kunci untuk Chevrolet Camaro 2016 melaju lebih kencang. Reuss berujar bila mobil ini dapat melesat dari nol hingga 100 km/jam hanya dalam waktu kurang dari 5.5 detik bermodalkan mesin turbo 4-silinder 2.0 liter dan manual 6-percepatan.

Hasilnya sama dengan Chevrolet Chevell SS keluaran 70 yang mencapai waktu serupa dengan modal V8 7.5 liter. Kini dengan mesin V8 yang sama di Camaro SS terbaru, nol sampai 100 km/jam bisa dicapai dalam waktu kurang dari 4.5 detik dengan manual ataupun 4-percepatan automatic.