6038538524_6182321e6a_b mercedes-560sl-profileElegan, sporti, bertenaga dan percaya diri. Itulah brand value yang coba diangkat oleh Mercedes-Benz SL model series 107 yang diluncurkan musim semi 1971. Roadster klasik ini merupakan generasi ketiga dari keluarga SL yang muncul setelah model SL era 50 an dan SL 113 series “Pagoda” yang telah terbukti sukses. Sejak 1950, model SL merepresentasikan harmonisasi antara inovasi dan apresiasi sebuah tradisi dalam bentuk sporti, kenyamanan dan kemewahan sebuah roadster.

Secara teknis, SL model 107 menetapkan standar konsep keamanan komprehensif holistik pada sebuah roadster atap terbuka jauh lebih maju ketimbang pesaingnya. Hal tersebut dihasilkan oleh penerapan desain bodi dan struktur rangka yang mumpuni. Semisal pilar A yang didesain sangat kuat dan rancang bangun interior yang sesuai dengan kriteria keamanan Mercedes-Benz. Termasuk dashboard berbalut lapisan empuk, switch dan tuas yang cukup terlindungi serta kolom setir palang empat yang dilengkapi dengan impact absorber. Sebagai tambahan, tangki penampung bahan bakar tidak lagi dipasang di belakang, melainkan direposisi ke atas rear axle sehingga aman dari benturan.6038538524_6182321e6a_b

Sedangkan inovasi lain di area keselamatan aktif meliputi pengembangan moulding untuk wind deflecting di pilar A untuk mengalirkan kotoran yang larut bersama air hujan yang berfungsi untuk menjaga kaca tetap bersih. Lampu indikator berdesain wraparound pada 107 juga bertujuan agar mudah dilihat oleh pengendara lain. Berkat detail tersebut tidak hanya menjadikan SL 107 sebagai trendsetter untuk pengembangan mobil penumpang Mercedes-Benz, namun juga menentukan gaya di segmen mobil penumpang.

Yang pertama kali hadir di musim semi 1971 adalah model 350 SL berdimensi 4.39 m (panjang), 1.79 m (lebar) dan 1.30 m (tinggi-dengan atap tertutup) dengan tenaga 200 hp. Disusul oleh model 450 SL yang tersedia untuk pasar Eropa dua tahun kemudian. Mesin V8 yang tertanam dibalik kedua model tersebut menjadi tonggak sejarah baru di Mercedes-Benz. Inilah kali pertamanya Three-pointed stars mencangkok mesin delapan silinder pada sport car SL.

Di Juli 1974, perusahaan yang bermarkas di Stuttgart ini meluncurkan 280 SL bermesin enam silinder yang mampu menggelontorkan daya sebesar 185 hp. Tiga varian mesin yang disediakan oleh Mercedes-Benz tersebut bertujuan untuk memenuhi ketatnya batas emisi yang diterapkan masing-masing Negara di Eropa.

sl1Keluarga roadster Mercedes-Benz terbaru yang muncul di 1980 adalah 500 SL, yang mengusung fitur mesin full alloy bertenaga 240 hp. Sementara model 350 SL memasuki masa pensiun dan digantikan oleh 380 SL (218 hp). Rangkaian model facelift berikutnya adalah 350 SL (188 hp) yang hadir untuk menggantikan  model 280 SL. Seluruh mesin pada model-model tadi sudah bisa dilengkapi dengan perangkat opsional catalytic converter. Sebagai tambahan, Mercedes-Benz juga memproduksi model 420 SL bermesin V8 yang mampu menghasilkan tenaga hingga 218 hp (tanpa catalytic converter) dan 204 hp (dengan catalytic converter).

Namun, diantara semua model SL 107 di atas, yang paling spektakuler adalah dilansirnya Mercedes-Benz 560 SL bertenaga 230 hp yang dipesan khusus untuk pasar Amerika Serikat, Australia dan Jepang. Kendati memiliki kapasitas mesin yang lebih besar, namun model 5.6 liter ini tidak memiliki tenaga sebesar 500 SL. Pasalnya, mereka dilengkapi dengan sistem kontrol emisi untuk memenuhi batas emsisi yang ketat, terutama untuk pasar Amerika Serikat.

Kisah sukses dari SL model series 107 yang berawal pada musim semi 1971 harus berakhir di musim panas 1989. Selama 18 tahun, pabrik Mercedes-Benz di Sindelfingen telah berhasil memproduksi hingga 237.287 unit roadster SL.