Kaum hawa memang patut mendapatkan keistimewaan lebih, mengingat ia adalah sumber reproduksi populasi umat manusia. Oleh karenanya sebagai bentuk pengakuan dunia internasional atas peran perempuan dalam pembentukan peradaban dunia, setiap tanggal 8 Maret diakui sebagai International Women’s Day di seluruh dunia.

Di tahun 2019 ini, Hari Perempuan Internasional mengangkat tema #BalanceforBetter yang mengajak para perempuan di seluruh dunia untuk terus berjuang demi keseimbangan dan kesetaraan gender dalam berbagai bidang. Termasuk mengemudikan kendaraan bermotor.

Tambah lagi, padatnya aktivitas wanita modern saat ini, menuntut para kaum hawa menjalani rutinitasnya dengan mengendarai mobil. Namun perlu diingat, meski wanita diketahui sebagai makhluk yang multi tasking, mengemudi kendaraan bermotor di jalan juga perlu keterampilan khusus yang disebut sebagai defensive driving.

Pada praktiknya, defensive driving sendiri menurut National Safety Council’s Defensive Course (USA) adalah metode berkendara untuk menyelamatkan nyawa, termasuk juga waktu dan uang dalam berbagai kondisi sekitar. Meskipun kondisi jalan atau cuaca tidak mendukung sehingga berpotensi membahayakan seluruh penumpang, pengemudi perlu tetap tenang dan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadi kecelakaan yang dapat merugikan dirinya dan pengguna jalan lain.

Dalam sebuah kesempatan, Yuniadi Haksono Hartono, External Affairs and Communications Director, GM Indonesia  menyatakan apresiasinya terhadap perempuan Indonesia masa kini. “Kami turut mengapresiasi semangat kemandirian dan kesetaraan perempuan di semua lapisan masyarakat Indonesia. Perempuan telah menjadi inspirasi dan mendorong kami untuk terus melakukan inovasi guna memberikan pilihan-pilihan kendaraan yang terbaik di kelasnya” ujarnya.

“Sebagai bagian dari Chevrolet, kami juga menyadari betapa pentingnya peran perempuan dalam industri otomotif secara keseluruhan. Mengingat pengaruh wanita dalam  kendaraan yang semakin besar maka Chevrolet beserta fitur-fitur di dalamnya hadir di Indonesia dengan mempertimbangkan kebutuhan semua pelanggan kami termasuk kaum perempuan saat ini dan di masa depan,” jelas Yuniadi lebih lanjut.

Seperti apa mendefinisikan defensive driving dalam kegiatan mengemudikan kendaraan sehari-hari, berikut langkahnya :

  • Periksa tekanan ban dan fisiknya, bahan bakar, dan kondisi keseluruhan kendaraan sebelum berkendara.
  • Sesuaikan posisi kolom kemudi, sudut pandang kaca spion, dan posisi duduk seergonomis mungkin sebelum mengemudi.
  • Pastikan barang bawaan tidak bergerak meski kendaraan bermanuver. Bila perlu gunakan tali pengikat yang dapat dikaitkan ke bagian dalam bagasi, untuk memastikan barang-barang tetap pada tempatnya dan tidak menimbulkan bunyi yang dapat mengganggu konsentrasi mengemudi.
  • Atur penyimpanan barang-barang yang dibutuhkan agar mudah dijangkau saat sedang berhenti. Jangan menyentuh atau menggunakan barang lain yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas mengemudi.
  • Gunakan sabuk pengaman dan pastikan penumpang lainnya melakukan hal yang sama.
  • Hindari berbagai gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi mengemudi, semisal kadar cahaya layar telepon genggam, volume audio kendaraan dan lampu kabin.
  • Posisikan genggaman tangan pda lingkar kemudi di posisi jam 9 untuk tangan kiri dan jam 3 untuk tangan kanan.
  • Waspada terhadap blind spot (sudut samping kiri dan kanan pengemudi yang tidak terjangkau oleh kaca spion luar) dan nyalakan lampu sein dan sebelum pindah jalur atau berbelok arah.
  • Bila ada, pastikan daytime running lights menyala saat berkendara siang hari agar kendaraan Anda terlihat oleh pengendara lain dan auxiliary lights pada malam hari serta lampu kabut jika diperlukan. Jangan gunakan lampu jauh atau high beams saat berkendara dengan jarak yang berdekatan dengan pengendara lain karena dapat menyilaukan dan berpotensi terjadi kecelakaan.
  • Saat hujan lebat, cukup nyalakan lampu besar atau lampu utama pada kendaraan sebagai tanda posisi kendaraan Anda terhadap pengendara lain. JANGAN PERNAH GUNAKAN LAMPU HAZARD saat hujan karena saat berpindah jalur Anda tidak dapat member tanda kepada pengguna jalan lain.
  • Tetap waspada dengan lingkungan sekitar Anda, terutama saat berhenti di kemacetan atau di lampu lalu lintas. Selalu pastikan kendaraan Anda tetap dalam keadaan terkunci. Bila Anda dalam keadaan sendiri dan merasa tidak nyaman dengan lokasi dimana Anda harus berhenti, ambil jalur tengah dan posisikan kendaraan Anda lebih dekat dengan kendaraan di samping kanan Anda, sehingga ruang gerak ke sisi pengemudi semakin sempit bagi siapa yang berniat tidak baik.
  • Pantau empat hingga lima panjang mobil di depan untuk kemungkinan terjadinya masalah, seperti adanya puing-puing, hewan di jalan atau kendaraan lain yang tengah berhenti dan pertimbangkan pilihan terbaik untuk menghindari potensi bahaya.
  • Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan Anda. Minimal jarak yang harus Anda pastikan adalah setengah dari kecepatan kendaraan dihitung dalam meter. (Jika kecepatan kendaraan Anda 100 kpj maka jarak yang aman minimal 50 meter).
  • Pelajari cara menggunakan anti-lock braking system (ABS) kendaraan Anda; dalam  keadaan darurat yang menuntut Anda untuk secepatnya menghentikan kendaraan Anda, injak pedal rem semaksimal mungkin. Pengereman dengan ABS yang mencegah roda terkunci dan tergelincir termasuk pada saat berada di jalan yang licin.
  • Pahami cara menggunakan fitur keselamatan aktif pada kendaraan Anda sebagai wawasan Anda dalam berkendara aman. Mempelajarinya dapat dilakukan dengan membaca buku petunjuk manual yang disertakan pabrikan atau bisa lewat mencarinya di dunia maya.
  • Jika mobil Anda mulai tergelincir di jalan dengan permukaan yang licin, jangan panik. Jika akselerasi cepat menyebabkan tergelincir, maka lepaskan pedal gas. Jika pengereman menyebabkan slip, maka lepaskan injakan rem. Kemudian pada saat yang sama, arahkan kemudi kendaraan kearah yang Anda inginkan untuk menghindari tabrakan.