Istilah ‘ban cerdas’ mungkin masih asing di telinga kalangan penggemar otomotif. Namun, Goodyear tengah mengupayakan terobosan dalam menciptakan ban yang memiliki teknologi di atas ban rata-rata.

Ban cerdas Goodyear diklaim memiliki sensor yang memungkinkan pengemudi secara aktif memantau keadaan ban dalam pemeliharaan yang benar seperti tingkat keausan dan tekanan angin pada ban. Pemeliharaan ini membantu memastikan efisiensi bahan bakar yang optimal dan mencegah kerusakan tak terduga pada ban.

Informasi tersebut kemudian disampaikan secara langsung ke sistem manajemen kendaraan dan dapat diakses melalui aplikasi seluler.

Chris Helsel, Chief Technology Officer dari Goodyear mengatakan, “Seiring ekosistem mobilitas yang terus berkembang, Kami mengambil langkah menyesuaikan laju perubahan teknis di industri transportasi dan mengembangkan inovasi ban yang memenuhi kecerdasan kendaraan yang menggunakannya. Karena, kami tidak hanya ingin membaca masa depan, tetapi kami ingin membangun masa depan tersebut.”

Dalam eskperimen ban cerdas ini The Goodyear Tire & Rubber Company (Goodyear) bekerjasama dengan Tesloop, startup layanan transportasi logistik antar kota di Amerika Serikat yang merupakan anak perusahaan Tesla.

Pada sejumlah kolaborasinya, mereka melakukan percobaan menggunakan ban cerdas milik Goodyear yang dapat memberikan diagnosis berbasis data kepada pemilik armada kendaraan semi-otonom.Diagnosis tersebut terintegrasi melalui sensor nirkabel dan terhubung dengan algoritma cloud milik Goodyear.

PT Goodyear Indonesia Tbk., mengomentari bahwa teknologi ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap para pemilik armada truk dan logistik.

Wicaksono Soebroto, General Manager Corporate and Marketing Communication Goodyear Indonesia sebut, “Biaya pemeliharaan ban pada armada angkutan darat merupakan pengeluaran terbesar kedua setelah bahan bakar. Sementara pemilik dan pengelola selalu mencari upaya menurunkan biaya perkilometer setiap ban sehinggateknologi sensor ini seyogyanya membantu pengendara untuk mencegah kerusakan ban di jalan yang berdampak langsung pada total biaya operasional.”