Michelin

Beberapa waktu lalu saya terjebak dalam “dilema” saat memilih ban untuk kendaraan saya. Di luar sana banyak produk terkenal baik lokal maupun import. Namun bukan brand yang jadi prioritas saya saat ini, tapi tentu saja kualitas. Naif memang bila kita tak sadar dengan istilah “ada harga ada rupa”. Beruntung saya banyak teman yang mengerti dan sedikit memberi referensi.

“Kenapa tak memilih Michelin? Brand ini memang punya image mahal, tapi worth it –lah. Jadi saranku sih, mobilmu juga harus mencicipi produk Michelin. Dijamin, dapet banget style dan performanya, ” ujarnya.

Ban Michelin

Sebenarnya kata “Mahal” masih yang pertama terbersit di otak saya saat mendengar Michelin. Mungkin pertanyaan itu juga hinggap dibenak Anda. Padahal kita semua menyadari bahwa banyak pilihan brand yang berkualitas, tapi jauh lebih murah ketimbang Michelin.

Jadi mengapa ada kata ‘Harus’ Michelin?.

Michelin-Pilot-Sport-All-Season-3-Side-and-Tread

“Ya, tepat sekali. Sebelum Anda membeli dan memakai-nya, Anda terlebih dulu harus bertanya kenapa Harus?. Sebenarnya sih tidak ada kewajiban, tapi kalau Anda tahu kualitas akan sebuah produk yang lebih baik, dengan harga yang sama atau sedikit lebih mahal, seratus hingga dua ratus ribu, dari produk pembandingnya, kenapa tidak?,” tutur Wibowo Santosa, Owner Permaisuri Ban.

Bisa dibilang, Michelin adalah lifestyle, premium class, hi quality dan eco friendly. Singkat kata, kita akan dimanjakan oleh sejumlah benefit yang ditawarkan dari ban asal Eropa itu.

“Dengan harga yang hampir sama dari kompetitornya, Anda sudah mendapatkan paket ban yang lebih awet, lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar (Michelin XM2, Primacy), dan juga lebih Low Noise,” tambah sang owner.

DSC_7198

So, jangan takut sebelum mencoba!. Hapuskan ‘doktrin’ bahwa produk Michelin termasuk brand paling expensive ketimbang kompetitornya. Walau akan rugi Rp.100-Rp.200 ribu, namun setidaknya kita benar-benar mendapatkan paket ‘sepatu’ mahal yang pantas untuk dipakai oleh mobil/motor kesayangan.

“ Saya rasa tak harus terlalu banyak cakap tentang brand ini dan brand itu lagi, karena beberapa hal di atas sebenarnya sudah cukup untuk memberikan banyak pertimbangan, kemana pilihan ban Anda,” tutup Wibowo Santosa di workshopnya.