Mudik merupakan sebuah kultur masyarakat kota besar sejak dahulu kala. Mengunjungi sanak saudara dan berkumpul di kampung halaman bisa ditempuh lewat banyak cara, salah satunya dengan menggunakan otojasa transportasi bus antar kota antar propinsi.

Namun bagi sebuah otojasa, keselamatan penumpang tentu jadi sebuah hal penting demi mengantar para penumpang tiba di lokasi tujuan dengan selamat.  Sebagai salah satu perusahaan otojasa terbesar di Indonesia dengan hampir 300 armada bus dan 400 pengemudi, PO Sumber Kencono berusaha menyiapkan diri untuk sebaik mungkin melayani penumpang selama bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Dalam rangka persiapan ini, PO Sumber Kencono bekerja sama dengan Shell Indonesia menyelenggarakan Defensive Driving Training atau Pelatihan Keamanan Berkendara yang diperuntukan bagi para sopir bus. Pelatihan dua hari yang terdiri dari teori dan praktek ini bertujuan untuk memberikan informasi penting terkait cara berkendara yang aman dan rangkaian langkah teknis yang harus dilakukan ketika mengalami keadaan darurat saat berkendara, seperti selip karena jalan licin ataupun rem blong.

Andreas Pradhana, Marketing Director Shell Lubricants Indonesia menyebutkan, Shell ingin turut berpartisipasi dalam menjaga keamanan aktivitas mudik selama periode bulan Ramadhan dan Lebaran. Membekali para sopir bus dengan pelatihan keamanan berkendara sangatlah penting karena mereka memiliki peranan besar dalam menjaga keselamatan pemudik.

“Kegiatan pelatihan keamanan berkendara  ini sejalan dengan kampanye ‘Shell untuk Indonesia’ yang berkomitmen untuk memberikan manfaat positif bagi masyarakat Indonesia,” tambah Andreas.

Pemilik PO Sumber Kencono, Setyaki Sasongko, menambahkan, pelatihan keamanan berkendara ini baik sekali untuk membantu mendisplinkan para sopir bus. Setelah pelatihan, mereka memahami cara mengemudi yang lebih baik dan aman.

Shell secara aktif mengadakan pelatihan Defensive Driving Training dengan berbagai perusahaan penyedia jasa transportasi dan logistik yang menjadi pelanggan Shell di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menumbuhkan budaya memprioritaskan keselamatan dan keamanan di setiap aktivitas bisnis dan kegiatan sehari- hari.