Sick 50, Monster Pelahap Lumpur

Di saat orang berlomba-lomba untuk merestorasi mobil lawas atau bahkan memodifikasinya dengan gaya hot rod, seorang pria asal Georgia, AS, malah mendandani truk Chevrolet 1950 menjadi sesosok monster. Bukan hanya sekedar monster biasa, melainkan monster pelahap lumpur. Penasaran?

Salah satu cabang olahraga bermotor yang cukup digemari di negara Paman Sam adalah Mega Truck Series. Ajang ini mengadu beragam pick-up truck dengan axle gambot dan ban traktor di medan berlumpur. Nah, tentunya dibutuhkan truk-truk yang telah dimodifikasi total mulai dari kaki-kaki hingga mesin untuk menaklukkan sirkuit yang sengaja didesain ekstrim. Tujuannya tidak lain untuk menghadirkan tontonan seru yang bisa disimak oleh beragam rentang usia.

Nah, salah satu peserta yang digadang menjadi the King of Mud adalah Ryan Camp. Pria berusia 35 tahun ini memutuskan untuk membangun jagoan lumpurnya setelah menghadiri beberapa gelaran untuk menyaksikan langsung calon kompetitornya. Tahu berapa dana yang ia sediakan? US$ 100 ribu! Atau lebih dari Rp. 1,2 milyar!

“Olahraga balap truk sangat berbahaya, jadi saya harus membangun truk yang benar-benar aman. Itu prioritas saya. Setelah menyaksikan beberapa balapan mud truck, akhirnya saya menyadari bahwa saya tidak bisa hanya sekedar menjadi penonton. Saya harus punya truk sendiri!” ujar Ryan.

Akhirnya satu unit truk Chevy 1950 diboyong ke bengkel. Tampilannya jauh dari yang diharapkan. “Truk ini tadinya sudah dimodifikasi bergaya low rider dengan sistem penggerak dua roda. Untuk memulai proses modifikasi sasis, saya mempercayakannya kepada BMF Fabrication,” jelas pria yang terjangkit virus mud truck dari Air Mundy, Liva Killa dan Singer Slinger ini.

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mencangkokkan lumbung pacu V8 big block berkapasitas 8.850 cc BBC 12-71 Blower ke dalam kompartemen mesin truk berjuluk Sick 50 ini. “Untuk sasis dibuat dari baja tubular, sementara fendernya fiberglass. Sedangkan untuk mendongkrak performa mesin saya sengaja mengisi tangki dengan alkohol,” tutur Ryan.

Karena ajang yang diikutinya tidak membutuhkan kecepatan, melainkan kemampuan untuk meloloskan diri dari jebakan lumpur, maka dibutuhkan sistem suspensi yang mumpuni. “Kadang, lumpur yang harus saya lewati memiliki kedalaman lebih dari satu meter. Untuk lolos dengan cepat mobil harus melaju antara 88 km/jam hingga 96 km/jam,” tambahnya. Untuk itu pria yang sudah terjun di 8 gelaran mud racing ini memboyong satu set sistem suspensi Scott 4 linked 20 inci  serta ban gambot berukuran 13.6/26.

“Truk ini merupakan impian saya. Saya telah menginvestasikan waktu dan uang di sini, jadi tidak akan saya jual berapapun. Rencananya saya akan mewariskannya ke anak saya,” tutup Ryan. Simak aksi Sick 50 mega mud truck di sini.