Belakangan banyak kita dengar berita adanya sebuah mobil yang terbakar hingga habis di jalan. Tiga yang paling akhir adalah sebuah Toyota Avanza di Tol Dalam Kota Tomang pada April lalu, Mazda RX-7 di bilangan Jakarta Selatan pada Juni lalu dan yang paling hangat adalah Range Rover Vogue, kemarin di Tol Dalam Kota Cawang Otista Jakarta.

Namanya musibah terbakar memang tidak pernah pandang bulu. Tidak melulu mobil-mobil lawas dengan tingkat perhatian perawatan yang minim, melainkan sudah merambah ke mobil-mobil generasi akhir atau mobil dengan tahun produksi muda.

Penyebabnya tentu beragam. Dari beberapa kasus yang telah kami perhatikan, sebagian diantaranya bersumber dari korsleting kelistrikan kendaraan baik kelistrikan standar atau penambahan aksesori, kebocoran jalur transmisi bahan bakar, hingga yang paling tidak terpikirkan sama sekali, yakni remahan bahan peredam panas kap mesin yang sudah berumur menempel pada pipa saluran buang yang panas.

Berkaca dari kasus-kasus diatas, hendaknya para pemilik mobil mulai memikirkan langkah antisipatif paling mudah yang dapat dilakukan, yakni menyimpan tabung pemadam kebakaran atau Alat Pemadam Api Ringan di tempat yang strategis pada kabin kendaraan. Seberapa penting kehadiran alat ini di kendaraan?

Hendra Kirana,dari Gearhead Monkey Garage menuturkan, betapa pentingnya memiliki tabung pemadam kebakaran di mobil, sebagai salah satu langkah mengamankan salah satu aset berharga yaitu kendaraan. “Tidak ada satupun orang yang dapat memprediksi kapan datangnya percikan api yang dapat membakar habis sebuah benda, oleh karenanya tabung pemadam kebakaran sudah menjadi menu wajib bagi setiap pemilik kendaraan,” ujar Hendra, panggilan akrabnya.

Pria berkepala plontos yang bermarkas di Jl. Kapten Tendean, Jakarta Selatan ini menambahkan, kendaraan yang kita miliki, baik kendaraan harian, kendaraan modifikasi maupun kendaraan hobby bisa dibilang menjadi salah satu aset berharga. Karena dibeli atau ‘dibangun’ menggunakan dana yang tidak sedikit. Jadi alangkah lebih baiknya jika dapat melindungi aset berharga yang dimiliki dengan menyimpan tabung pemadam kebakaran yang harganya juga terbilang masih terjangkau.

“Gampangnya nih, kita bisa beli atau bikin mobil dengan harga puluhan, ratusan juta hingga miliaran rupiah, masa iya ngga bisa beli APAR yang harganya tidak sampai Rp 5 juta per buahnya,” ujarnya.

Hendra yang juga menyalurkan tabung pemadam kebakaran merek H3R Performance tipe Max Out di Gearhead Monkey Garage menjelaskan ada beberapa tipe APAR di pasaran. Untuk penggunaan di kendaraan, ia menyarankan menggunakan tipe powder atau bubuk kimia yang dapat memadamkan klasifikasi api tingkat A, B dan C.

Harga jualnya pun bervariatif, mulai Rp 2 juta-an untuk yang tipe kecil hingga Rp 3 juta-an untuk tipe besar. Tidak lupa ia juga mengingatkan agar menempatkan tabung pemadam kebakaran di tempat yang mudah dijangkau serta terikat sempurna pada bagian dalam kendaraan.

Satu hal yang patut diperhatikan adalah klasifikasi kelas api. Kelas A merupakan klasifikasi api di benda padat seperti besi, kayu maupun plastik. Kelas B adalah klasifikasi api yang berada di benda cair seperti bahan bakar dan kelas C adalah klasifikasi api yang merambat pada komponen listrik.

Umumnya setiap pembelian tabung pemadam baru berikut isinya, pabrikan mengganjar garansi mulai dari dua tahun hingga lima tahun. Khusus untuk APAR merek H3R Performance tipe Max Out buatan Amerika Serikat (AS) yang dipasarkan oleh Gearhead Monkey Garage diganjar garansi hingga lima tahun sejak pembelian baru dan dapat mengisi ulang kembali di tempat yang sama.

 

Gearhead Monkey Garage

Gedung Tambang Lt. Dasar

Jl. Kapten Tendean No. 15

Jakarta Selatan

021-7997160