Sebuah trend hadir akibat kesukaan pada hal baru yang sama. Apapun konteksnya, apabila hal baru tersebut diikuti oleh beberapa orang, maka hal tersebut sudah bisa dibilang menjadi trend.

Atas kesukaannya pada alunan musik hip hop dan modifikasi mobil, maka hadirlah trend baru yang mereka beri nama SLABS. Slow Low And Banging, begitulah istilah SLABS yang kini sedang digandrungi milenial setempat di Texas, Amerika Serikat.

Belum jelas siapa yang mempelopori, namun awalnya gaya SLABS ini hadir berkat kesukaan yang sama untuk gaya modifikasi mobil para penggemar beat hip hop masyarakat di Houston dan Austin, ibukota negara bagian Texas. Gaya modifikasinya cukup unik, sedan-sedan berbadan bongsor baik empat pintu, dua pintu maupun cabriolet khas mobil ‘Amrik’ menjadi bahan modifikasi para penggemar SLABS.

Ciri yang paling ketara dari gaya ini adalah penggunaan pelek wire wheels atau jari-jari yang masif dengan finishing krom mengkilap, dengan ekstra jari-jari yang melebar keluar pelek sepanjang hampir satu meter. Memang terlihat tidak fungsional, namun inilah trademark mereka para penganut SLABS.

Ciri lain adalah kelir body berwarna agresif yang mulus dan ‘kinclong’. Didominasi warna-warna terang seperti candy, tidak sulit untuk menemukan kelompok mereka baik di jalan, maupun saat mereka ‘kongkow’ di parkiran.

Lalu mayoritas setup suspensinya sedikit ‘nyeleneh’. Jika biasanya para ‘anak-anak’ stance lebih menyukai mobil dengan pelek yang serapat mungkin dengan bibir sepatbor, maka penganut SLABS lebih condong dengan gaya suspensi yang mendongak dengan bagian belakang yang lebih rendah dari pada depan.

Ada alasan khusus mengapa mereka ‘cuek’ dengan gaya mendongak ini, pasalnya di bagian bagasi mereka telah terbenam seperangkat sistem audio dengan daya listrik sangat besar untuk menikmati musik-musik hip hop yang mereka gemari. Bobot yang berat dari komponen audio tersebut seperti power amplifier, subwoofer dan speaker dalam jumlah banyak beserta boks ported-nya, membuat bagian bagasi jadi lebih terbenam.

Sisi pintu bagasi biasanya menjadi salah satu media spesial untuk mereka berkreasi. Misalnya menuliskan beberapa kata penyemangat, hingga kata-kata umpatan khas mereka.

Saat berkumpul, beer dan makanan ringan menjadi pelengkap disela obrolan-obrolan. Ini yang menarik, saat mereka show off kepada orang-orang diluar sana, menggunakan cara yang unik. Yakni dengan berkonvoi secara perlahan dengan jalur yang zig zag untuk mempertontonkan besutannya sambil memutar lagu-lagu hip hop dengan volume suara besar sampai membuat bagian body bergetar.

Oleh karenanya mereka menyebut komunitas ini SLABS. Slow, Low And Banging. Tertarik mengaplikasikannya di tanah air?

Nanti dulu, pikirkan lagi soal jari-jari pelek yang melebar hampir satu meter di tiap sisinya. Bisa-bisa Anda bakal menyambar pengendara sepeda motor di jalan raya.