Musim hujan telah tiba, curah hujan setiap harinya turun dengan intensitas sedang hingga deras di wilayah Jabodetabek. Tak hanya pada manusia, perubahan iklim seperti ini juga perlu mendapatkan perhatian khusus pada mobil, terutama ban.

Pasalnya, karet bundar punya peranan penting dalam keselamatan berkendara dengan menjaga kestabilan kendaraan. Dengan adanya permukaan jalan yang basah ataupun genangan air saat hujan, ban harus tetap dalam kondisi siap menjaga traksi.

Paling utama adalah memeriksa ketebalan alur ban. Jika sudah tipis atau melewati batas rekomendasi yang tertera di bagian samping (sidewall), sebaiknya lakukan penggantian dengan ban baru. Alur atau celah tapak ban yang sudah habis akan menyebabkan ban kehilangan traksi saat melibas genangan air atau permukaan jalan basah.

Selanjutnya tekanan angin pada ban perlu diwaspadai. Satu hal yang wajib dimengerti, mengurangi tekanan angin pada ban saat hujan ataupun melintasi permukaan jalan basah bukan sebuah solusi untuk mendapatkan traksi terbaik.

Iwan Abdurahman, Technical Service Division PT Toyota Astra Motor menyebutkan, salah jika ada sebagian pihak menganggap, lebih baik mengurangi angin agar ban dapat menapak sempurna. Jika kondisi jalan masih sekadar basah atau jarang ada genangan air, maka tekanan angin ban tak perlu dikurangi, sebab setiap ban sudah punya alur buangan air.

“Karena ketika tekanan angin sesuai anjuran pabrikan, ban menapak rata ke permukaan jalan. Kalau terlalu kencang, sebagian besar hanya titik tengah ban saja menapak. Sedangkan jika ban kempis, hanya ujung kanan dan kiri ban saja yang menapak,” jelas Iwan lebih lanjut.