Bayangkan keseruan yang didapat saat menggeber supercar berkenalpot aftermarket. Kemerduannya pasti memanjakan telinga. Apalagi kalau sudah konvoy bermai-ramai. Dijamin tak ada yang menandingi kesyahduan “nyanyian” supercar tersebut.

Sayangnya, kemerduaan itu tak selamanya dianggap menghibur dan dinilai telah melewati batas toleransi. Karena kalau jadi, sebentar lagi pengguna supercar akan dilarang menggeber mesinnya sampai putaran tinggi di jalan-jalan kota London, Inggris.

Wacana pembentukkan peraturan ini berawal saat pemerintah Kensington dan Chelsea melihat banyak pemilik supercar yang telah mengalami peningkatan performa berperilaku tak menyenangkan di jalan raya. Tak cuma itu, polah oknum pemilik supercar yang suka pamer juga dinilai telah mengurangi kualitas hidup masyarakat kota.

“Saya tahu telah banyak ulasan tentang mobil mahal balapan di sekitar Knightsbridge dan juga parkir dan menggeber mesinnya,” kata Cllr Tim Ahern, anggota kabinet urusan lingkungan, dikutip dari situs berita online London Evening Standard.

Ia menambahkan, sikap pemilik supercar tersebut juga dianggap tidak berpihak pada lingkungan. “Kami ingin mengambil langkah untuk mengurangi perilaku mereka yang anti-sosial,” lanjutnya.

Dikabarkan, peraturan tersebut juga akan melarang pengguna menyetel musik dengan suara yang keras sampai dengan melakukan konvoy. Segala bentuk pelanggaran akan dianggap sebagai tindakan kriminal.

Supercar modifikasi dari merek-merek seperti Ferarri, Porsche, Lambo, dan Masserati sering terlihat di landmark kota seperti Harrods Departmen Store. Selain warga Inggris, tak jarang supercar ini juga dimiliki oleh pendatang yang berasal dari Timur Tengah.

“Mereka hanya berputar-putar berharap untuk dapat berhatian. Mereka keluar dari mobil mewahnya lalu bergaya,” kata warga setempat Angela Stone (55) kepada koran Inggris Sunday Telegraph.

Kendati demikian, seorang pebisnis muda Saddet Alketbi (35) yang membesut Rolls Royce punya anggapan sendiri. “Mobil-mobil ini tidak terlalu bising. Ini bukan masalah besar. Kalau ada pemilik yang membuatnya bising, penduduk mengiranya semua pemilik supercar,” belanya.