Dipasarkan mulai Rp 315,5 juta hingga Rp 330 juta, Suzuki Jimny nyatanya membawa banyak fitur yang berguna untuk keselamatan penumpang dan pengendara. Maka sangat wajar bila banderolnya relatif mahal, sebab kali ini Suzuki lebih fokus mengembangkan fitur-fitur yang ada di Jimny terbaru agar punya fungsi maksimal saat kendaraan masuk ke trek offroad.

Fitur keselamatan pada rangka Jimny dimaksimalkan oleh struktur Ladder Frame yang memiliki kekuatan lebih andal dan rigid dengan penambahan x-member dan 2 cross member di bagian bawah badan mobil sehingga jadi lebih kuat mengangkut beban berat, fleksibel, dan tangguh di medan off road. Dengan adanya konstruksi ladder frame, Jimny mampu meredam guncangan dan getaran permukaan jalan.

Sementara sebagai modal untuk menjaga keselamatan penumpang dan pengendara dari luar, Jimny mampu mengurangi dampak guncangan karena memiliki rangka TECT (Total Effective Control Technology) Body dengan struktur yang secara efisien menyerap dan menyebarkan energi jika terjadi benturan atau tabrakan sehingga dapat menjaga ruangan kabin tetap utuh. Fitur Side Impact Beam yang berupa batang baja terletak di masing-masing sisi pintu menjaga body tetap kokoh saat terjadi benturan dari samping, sehingga pintu masih bisa dibuka.

Selain itu, Jimny juga menyematkan berbagai fitur keselamatan seperti Antilock Braking System (ABS) + Braking Assist (BA), dan Electronic Stability Program (ESP), teknologi yang memadukan pengereman dan kestabilan saat melaju di jalan licin, Hill Hold Control dan Hill Descent Control yang menjaga kendaraan pada saat menanjak atau menurun.

Agar keselamatan penumpang terjamin, selain ride in assist grip Jimny juga dilengkapi oleh fitur 3 Points ELR Seatbelt yang mengencang otomatis dan menahan tubuh jika terjadi hentakan keras. Fitur SRS Dual Airbag pada dasbor dan kemudi serta kaitan ISOFIX juga menggenapi fitur keselamatan pada interior Jimny. Selain itu, Jimny juga dilengkapi fitur keamanan berupa Immobilizer yang dilengkapi sistem di dalam ECM (Electronic Control Module) yang menangkap sinyal dari anak kunci dapat meminimalisir resiko pencurian.