Mungkin sebagian dari Anda belum tahu jika penemu sistem penyapu kaca mobil atau yang kita kenal sebagai wiper adalah seorang wanita. Inovasi abad 20 ini ditemukan oleh seorang petani anggur dan peternak sapi bernama Mary Anderson pada 1903 silam.

Cerita bermulai saat Anderson sedang berkendara trem di New York. Saat itu hujan badai melanda dan menyulitkan pengemudi trem untuk memberikan pandangan yang jelas kedepan. Akhirnya pengemudi trem tersebut berkendara sambil mengeluarkan kepalanya untuk melihat jalanan.

Kesulitan tersebut memicu kreativitas Anderson untuk membuat alat penyapu kaca depan trem yang dapat dioperasikan pengemudi saat hujan deras demi menjaga visibilitas. Kreasinya diwujudkan melalui sepasang lengan kayu yang direkatkan karet dan dapat dioperasikan secara manual menggunakan tangan dari luar. Inovasinya saat itu cukup membantu untuk membersihkan kaca dari terpaan air hujan, salju dan partikel kotoran jalanan.

Sayangnya, di era tersebut mobil yang beredar masih belum mengaplikasikan kaca depan, sehingga inovasinya masih belum bisa diterapkan pada kendaraan roda empat. Meski begitu, Anderson tetap mempatenkan inovasinya pada 1905.

Era kendaraan roda empat berkaca depan sudah dimulai. Alih-alih memudahkan pengoperasian wiper, William M. Folberth kemudian mengaplikasikan sistem vakum untuk menggerakkan lengan wiper depan pada 1913. Kemudian ia mempatenkan inovasinya pada 1919 silam.

Adalagi gagasan dari Robert Kearns, seorang professor teknik dari Universitas Wayne State di Detroit, Michigan. Temuannya untuk mengoperasikan sistem wiper mekanis demi membuat kinerjanya semakin baik diakui oleh industri otomotif.

Ford sebagai manufaktur otomotif besar asal Amerika Serikat tertarik dengan gagasannya. Namun ketertarikannya berakibat perselisihan soal hak paten antara Kearns dan Ford. Gagasan Kearns kemudian dimanfaatkan oleh produsen mobil-mobil hingga saat ini.