Indonesia merupakan negara pertama yang diberikan izin untuk memproduksi Toyota Sienta oleh pihak prinsipal di Jepang. Tentu merupakan prestasi besar bagi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) selaku perakit Toyota di Indonesia ini.

Tidak hanya untuk memenuhi permintaan di pasar lokal, TMMIN juga merakit Toyota Sienta untuk kebutuhan ekspor ke empat negara di Asia Tenggara. Lantas bagaimana soal kesiapan TMMIN dalam memproduksi Multi-Active Vehicle terbaru pesaing dekat Honda Freed ini.

“Secara kapasitas produksi, TMMIN mampu merakit hingga 4.000 unit perbulan. Dengan pembagian 3.500 unit untuk pasar lokal, dan 500 unit untuk ekspor. Namun kami memastikan dapat memproduksi lebih dari angka tersebut jika memang permintaannya besar. Kamipun menargetkan untuk dapat mengekspor Sienta hingga 1.000 unit tiap bulannya,” ungkap Warih Andang Tjahyono, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Di Jepang sendiri, Toyota Sienta bisa terjual hingga 9.000 unit perbulan. Hingga saat ini Toyota Indonesia mengakui telah mengantungi 2.800 unit Surat Pemesanan Kendaraan ditambah 5.000-an daftar tunggu test drive dari para konsumen.

PT Toyota Astra Motor, melalui Wakil Presiden Direkturnya Henry Tanoto menyatakan komitmennya untuk terus memenuhi kebutuhan pelanggan setia Toyota bila kenyataannya permintaan akan Toyota Sienta terus bertambah.

Di Indonesia, pasar kendaraan dengan daya angkut tujuh penumpang terus meningkat seiring kebutuhan armada transportasi masyarakat. Hal ini yang membuat Toyota Indonesia optimis untuk terus mengkreasikan produk-produk terbaru MPV seven seater dengan desain atraktif yang modern.