Bukan sebuah kebetulan saat kami memutuskan untuk hadir gelaran balap Tea and Toast Cup yang berlangsung di Sirkuit Motocross Krukut, Limo, Depok pada, Minggu (17/3). Kami sudah mengira bahwa ajang ini akan diisi aksi-aksi seru plus mengundang tawa.

Kapan lagi Anda bisa melihat penonton bisa leluasa nyebrang lintasan saat balapan berjalan? Atau peserta yang turun menggunakan kustom Ronald McDonald. Jika itu semua belum cukup, ada seorang peserta yang memutuskan balapan menggunakan Honda Astrea Prima, mulus, lengkap dengan bodinya.

Ajang balap Tea and Toast 2019 memang jauh dari kesan serius. Kegiatan ini lebih tepatnya adalah ajang kumpul penggemar motor trail tua yang dibalut fun race. Tapi kelas yang dibuka cukup banyak, termasuk untuk motor-motor mesin tidur di mana Astrea Prima ini ambil bagian di dalamnya.

Aksinya di setiap tikungan berhasil mengundang decak kagum dan tepuk tangan dari penonton yang berada di sudut-sudut lintasan.

Kelas motor trail tua menjadi kategori cukup ramai pesertanya. Di sini ada motor-motor lawas seperti Suzuki TS, Yamaha DT, Honda CR125, dan masih banyak lagi saling adu kecepatan.

Selama jalannya acara, cuaca sempat berganti-ganti. Mulai dari panas terik hingga hujan gerimis yang otomatis memberikan tantangan tersendiri bagi peserta karena trek basah.

Meski usia motor sudah berumur, tapi performa motor-motor trail tua yang turun masih boleh diadu. 

Posisi garis finish berada tepat di bagian lintasan yang menanjak. Menjadi titik sempurna bagi peserta untuk melakukan lompatan-lompatan dengan motornya.

Sirkuit Motocross Krukut sendiri sebenarnya tidak terlalu panjang. Lokasinya berada di dalam semacam sebuah perumahan.

Sehari-harinya ada banyak penggemar motocross yang menjalani latihan di sirkuit ini, terutama pada sore hari.

Terlihat tidak semua peserta Tea and Toast Cup piawai dalam memacu motornya di lintasan tanah seperti ini. Namun ada juga peserta yang nampak luwes melahap setiap tikungan dan rintangan yang tersedia.

Penampilan Honda CR125 yang mengundang banyak perhatian penonton.

Meski dipenuhi nuansa yang fun, namun bukan berarti tak ada persaingan yang tersaji dalam balapan ini.

Tak sedikit peserta harus tersungkur. Entah karena lepas kendali atau bersenggolan dengan peserta lain.

Kelas Big Bor menjadi kategori pamungkas di mana motor-motor moge custom dengan gaya trail vintage atau scrambler mengisi jalannya kelas ini.

Nuansa jalannya balapan kelas ini sedikit berbeda dengan kelas lain karena motor-motornya sangat bertenaga.

Final kelas Big Bor bertepatan dengan turunnya hujan Minggu sore kemarin. Meski demikian semangat peserta tak surut.

Informasinya, peserta yang mengikuti ajang ini mencapai ratusan.

Harapannya Tea and Toast Cup kembali hadir tahun depan dengan suguhan yang semakin menarik.