early-vehicle-lores

Bayangkan. Jika suatu saat kita duduk dibalik kemudi, namun tak lagi menemukan stir, pedal gas, rem dan transmisi. Hampa, tapi nyaman. Dan mungkin, sekitar dua puluh tahun lagi, kita akan merasakan kendaraan tanpa pengemudi (self-driving) seperti itu.

Tapi apakah benar nantinya, sejumlah komponen vital yang sejatinya ada di kendaraan roda empat tersebut akan lenyap di masa mendatang?. Bisa jadi. Karena berdasarkan sebuah survei yang dilakukan oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), sejumlah komponen kontrol manual seperti setir dan pedal yang berfungsi untuk mengatur kecepatan akan lenyap pada 20 tahun ke depan.

Survei yang melibatkan 200 responden ini mengungkap, komponen yang hilang pada 16 tahun ke depan akan meliputi kaca spion, klakson dan rem tangan. Sementara, nantinya di 2035, setir serta pedal rem dan gas juga akan hilang.

Lebih jauh, survei juga menyimpulkan lebih dari 75 persen responden percaya jika 50 negara bagian di Amerika Serikat (AS) akan turut mengimplementasikan mobil autonomous. Sebelum mobil berteknologi self-driving memperoleh lampu hijau, sejumlah negara juga dikatakan telah menyiapkan regulasi atas teknologi tersebut.

Adapun,  sejumlah perusahaan seperti Nissan, Toyota dan Daimler terus melakukan pengembangan teknologi self-driving ke dalam kendaraan masa depan mereka. Dipercaya, teknologi ini akan mendatangkan sejumlah keuntungan, termasuk meminimalisir angka kecelakaan akibat human error.

Di masa depan, bukan tak mungkin teknologi pintar ini turut merubah total arah industri otomotif. Maklum saja, raksasa teknologi seperti Google pun turut ambil bagian dalam pengembangan mobil pintar yang berteknologi self-driving.