Manipulasi hasil uji emisi mesin disel Volkswagen dianggap sebagai tenggat akhir era penggunaan mesin berbahan bakar solar, sama halnya dengan jantung mekanis berbahan bakar besin. Hal tersebut diutarakan pendiri sekaligus CEO produsen kendaraan elektrik Tesla Motors Elon Musk.

“Apa yang telah dilakukan Volkswagen benar-benar menunjukkan bahwa kita telah mencapai batas akhir dari apa yang bisa dilakukan mesin diesel serta bensin,” ujarnya saat ditemui di Belgia. Dalam laporan yang ditulis situs World Car Fans, Senin, (29/9), Musk juga beropini, “Telah tiba waktunya untuk beralih ke teknologi generasi baru.”

Awalnya, skandal mesin diesel VW tersebut dikhawatirkan juga akan melunturkan kepercayaan konsumen pada teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti yang Tesla Motors kedepankan. Namun, Musk punya tanggapan sendiri. Menurutnya, masalah tersebut justru akan menggiring konsumen memilih teknologi yang lebih “hijau.” “Saya pikir justru itu sebaliknya,” ujarnya.

Untuk diketahui, kini Tesla Motors kian serius memperkuat basis produksinya. Mereka baru saja mendirikan pabrik pertamanya di Eropa yang berlokasi di Tilburg, Belanda. Pabrik tersebut akan melahirkan Model S dan generasi baru Model X EV. Dengan target produksi sebanyak 450 unit mobil per minggu.

Sayangnya, Tesla Motors pun tak lepas dari masalah. Mereka sedang mendapat tuntutan dari sekelompok pemilik Model S P85D. Para pemilik mengaku kalau mendapat bukti bahwa mobil seharga $71,100 tersebut tidak memiliki tenaga sebesar yang dijanjikan pabrikan.

Model S P85D terbukti hanya mampu mencapai output maksimum 557 tenaga kuda padahal pabrikan menjanjikan drivetrain mobil tersebut mampu menyemburkan 691 tenaga kuda. Menurut surat terbukanya kepada Elon Musk, para pemilik bisa merasakan melorotnya tenaga Model S P85D saat harus melaju di jalan bebas hambatan. Dimana Model S P85D  dapat dengan mudah didahului Audi RS7 yang seharusnya punya output lebih kecil, yakni 560 tenaga kuda.