KTM RC390

Mungkin saya masih tergolong pebalap amatiran yang hanya sesekali mengecap panasnya aspal sirkuit. Itu pun bukan dalam sesi balapan resmi, hanya iseng. Tapi hanya dengan menyimak tampilannya, saya langsung paham bahwa produk anyar Austria, KTM RC390 ini sanggup membuat saya menari bak ballerina di sirkuit ataupun di jalan raya. Kenapa? Tentu saja lantaran desain motor yang diboyong oleh KTM Indonesia ini sangat sporti, laksana pacuan Jack Miller di ajang Moto3. Satu lagi. Kapasitas mesin motor ini tidak ada yang menyamai di segmennya di dalam negeri, 372.2cc!

KTM RC390

Gayung bersambut, keraguan pun terbayar saat PT Moto KTM Indonesia menyiapkan RC390 untuk dieksplorasi bersama beberapa rekan media. Sesuai namanya, RC yang berarti Race Competition, motor sport menyuguhkan desain motor balap yang sempurna. Dan jika diperhatikan, keseluruhan tampilan RC390 terkesan unik nan futuristis, bahkan bisa dibilang tidak lazim. Lihat saja desain wajahnya dengan desain headlamp lancip, berpadu  dengan dengan sasis teralis khas naked bike. Tidak seperti motor sport kebanyakan yang mengusung konsep sasis diamond atau delta box. Dan saya yakin, harmonisasi kelir putih, hitam, dan orange yang dilabur ke tubuh motor 6-speed ini akan membawa saya seperti ‘artis’ di jalan raya.

KTM RC390 e

Tak ingin menunggu lama, sayapun segera bersiap untuk mengaspal. Jaket dan sepatu riding yang kebetulan juga disiapkan oleh KTM telah siap di tempatnya masing-masing. Here we go.. Riding position yang merunduk ala petarung sirkuit sungguhan membuat saya kian siap untuk memaksa mesin motor bertenaga 43HP @9.500rpm ini untuk melaju dari daerah Parung menuju Sirkuit Sentul, Bogor.

KTM RC390

Rigidnya platform dan body KTM RC390 berhasil menyentuh area ternyaman saya. Pun begitu, sisi liar di dalam diri mulai bergejolak. Jadi, sepertinya saya boleh sedikit ‘nakal’ untuk memelintir gas. Sinting? Harus, karena percuma saja, jika saya tak memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk benar-benar ‘menghabisi’ kendaraan ini. Pasalnya kendaraan ini cukup stabil dan responsive saat bermanuver di jalanan padat. Dan perlu diketahui, kaki saya tak pernah mengeluh lelah saat harus bolak-balik berhenti lho. Tapi, ciiittt….. hard braking!. Fiuh… seketika saya harus menghindari lubang besar dihadapan. Untung saja paket remnya mampu merespon dengan cepat tanpa harus membuat saya terpelanting.

KTM RC390

Ah.. untunglah perjalanan menempuh medan labil itu segera berakhir. Dan sekarang saatnya saya dan rombongan mencicipi gesitnya KTM RC390 ini di Sirkuit Sentul. Ya, lagi-lagi, saya harus mengakui bahwa kendaraan ini bereaksi cukup baik, putaran bawah dari mesin 1 silindernya cukup ringan, dan lumayan galak. Mantap! Tikungan pertama tiba. Sempat ragu kala ingin melantai, namun handling yang cukup nyaman membuat saya memberanikan diri. Apalagi ditunjang oleh sistem suspensi upside down di depan dan monoshock di belakang karya WP Suspension berpadu sempurna. Lembut di tikungan namun tetap stabil. Membuat saya tidak ragu untuk langsung memutar gas saat keluar dari tikungan. Dengan bobot 149kg membuat motor ini tidak hanya gesit di sirkuit, namun juga nyaman saat dijadikan motor harian.

KTM RC390

Ban Metzeler M5 Sportec tyres pun melakukan tugasnya dengan baik. Melekat di aspal dengan nyaman. Kawalan rem Bybre dengan empat pistonnya yang mengapit cakram 300 mm sudah memberikan garansi rasa aman. Pastinya. Siapa yang tidak mengenal nama besar Brembo yang memayungi merk Bybre, Breco, Marchesini dan Sabelt.

KTM RC390

Dari pengalaman ini saya menarik kesimpulan, bahwa motor sport anyar racikan Austria ini punya rasa dan spek Moto3, namun didesain untuk pemula. Huft, rasanya saya ingin mencicipi satu putaran lagi. Karena jujur saja, produk teranyar pabrikan Austria ini memang bikin saya ketagihan!.