‘The Future EV Ecosystem for Indonesia’ ini adalah gelaran dari PT Hyundai Motor Indonesia yang menampilkan perjalanan Hyundai Motor Group dalam mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia. Pameran ini menampilkan berbagai inovasi yang secara berkelanjutan akan mendorong perkembangan lebih pesat atas ekosistem kendaraan listrik di pasar global, termasuk di Indonesia.

Beberapa produk mobil listrik masa kini, baik model purwarupa ataupun model final, dihadirkan Hyundai di pameran The Future EV Ecosystem for Indonesia. Diantaranya Genesis Electrified G80, merek sedan mewah bertenaga listrik dari Genesis yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional KTT G20 Bali 2022 mendatang, model purwarupa global kendaraan listrik IONIQ 5, serta E-GMP, sebuah platform yang dikhususkan bagi kendaraan listrik.

Kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) sendiri merupakan salah satu kategori yang tengah dipacu pengembangannya, di mana Pemerintah Indonesia dalam jangka menengah atau lima tahun mendatang, menargetkan 20 persen dari total produksi mobil di Indonesia masuk dalam kendaraan ramah lingkungan. Sedangkan untuk komitmen jangka panjang, berdasarkan Net Zero Emission Roadmap 2021 – 2060, pemerintah Indonesia ingin mendorong ekosistem kendaraan listrik dan akan menghentikan penjualan kendaraan konvensional jenis sepeda motor di tahun 2040 dan mobil di tahun 2050.

Upaya untuk mendorong penerapan kendaraan listrik tersebut selaras dengan penggunaan Electrified G80 bagi para petinggi negara di KTT G20 Bali 2022, yang mana tentunya merefleksikan komitmen berkelanjutan dari pemerintah, serta sekaligus sesuai dengan komitmen Hyundai Motor Group untuk menempati posisi terdepan di pasar global, termasuk Indonesia, utamanya pada kategori kendaraan listrik.

Sejak Hyundai Motor Group melalui Hyundai Motors Indonesia (HMID) memperkenalkan IONIQ Electric dan KONA Electric di pasar Indonesia pada tahun lalu, ekosistem kendaraan listrik murni telah dibentuk dengan sungguh-sungguh. Penerimaan konsumen otomotif di Indonesia terhadap kedua model mobil listrik tersebut juga terbilang signifikan, di mana dari Januari hingga September 2021, IONIQ Electric dan KONA Electric telah terjual sebanyak 473 unit, sehingga menguasai sekitar 90% pangsa pasar Indonesia di segmen kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV (berdasarkan data penjualan retail GAIKINDO).

Selain menghadirkan dua opsi produk mobil listrik unggulan sekaligus, keseriusan Hyundai untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain otomotif penting di pasar global juga terbukti lewat berbagai komitmen yang diimplementasikan, yaitu termasuk: membangun pabrik Hyundai Motor di Deltamas, Cikarang, yang tidak hanya akan memenuhi permintaan pasar domestik, tapi juga untuk kebutuhan ekspor ke negara-negara ASEAN.

Lebih jauh lagi, Hyundai juga menginisiasi pembangunan Pabrik Sel Baterai dari hasil kemitraan Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution yang akan mendukung perwujudan peran Indonesia agar menjadi yang terdepan di pasar global untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Selain itu, melalui HMID, Hyundai juga secara aktif berpartisipasi dalam penguatan infrastruktur Indonesia dengan cara membangun fasilitas pengisian daya kendaraan listrik di lebih dari 100 titik lokasi yang tersebar di penjuru Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Kepulauan Maluku.