Saat mengemudikan mobil, ada orang yang menyukai gaya berkendara santai, namun ada pula yang terbiasa memainkan gas secara spontan. Tiba-tiba menginjak gas dengan dalam, kemudian melakukan pengereman pun mendadak.

Kenyataannya, kebiasaan bekendara yang kedua memiliki efek negatif pada kondisi pelumas yang sedang digunakan dalam mesin mobil.

Hal tersebut diutarakan oleh Henry Sumartono, Senior Business Development & Technical Support Engineer Manager PT Wiraswasta Gemilang Indonesia (WGI) yang menaungi brand pelumas Evalube, Senin (6/8) di ICE, BSD City, Tengerang di sela-sela peluncuran produk oli mesin mobil Evalube Helios Platinum SAE 0W-20.

Dirinya menyebutkan, “Bila kita tiba-tiba menginjak pedal gas dengan dalam, akan terjadi lonjakan temperatur mesin.”

Masih menurutnya, “musuh” utama dari pelumas ialah suhu tinggi. Otomatis bila kebiasaan mengemudi yang membuat mesin cepat panas itu tak diubah maka dapat mengakibatkan degradasi kualitas pelumas.

“Dengan kebiasaan berkendara seperti itu, mesin pun akan berada di power (putaran) yang selalu tinggi, dengan begitu efisiensi bahan bakar juga tak bisa dicapai,” sambung Henry.

Dirinya saran, sebaiknya pemilik mobil lebih halus dalam berkendara karena akan membawa banyak keuntungan. Mulai dari konsumsi bahan bakar lebih efisien dan mesin mobil juga jadi awet.