Tour of Indonesia (TOI) menjadi acara tahunan Royal Enfield Indonesia untuk semua pengguna motor Royal Enfield diseluruh dunia. Sejak 2019 TOI mendapat respon positif dari pengguna Royal Enfield, terbukti dari terus meningkatnya peserta TOI 2021.

Tim Thegaspol mendapat ajakan untuk jadi peserta dengan menggunakan Royal Enfield Meteor 350, perizinan beres salah satu rider dari Thegaspol langsung melakukan persiapan. Dikabarkan nantinya TOI 2021 akan melalui lintas Selatan dan Tengah pulau Jawa, jadi sudah kebayang dong keseruan perjalanan ini.

Perjalanan belum dimulai namun tim dari Jakarta harus bersiap – siap untuk menuju lokasi titik kumpul di Bandung. Untuk menuju Bandung rombong diajak melalui jalur Puncak Bogor. Kabut wilayah jalur Puncak seakan menyapa rombongan TOI 2021 sebelum bendera Start dikibarkan.

Sempat beristirahat untuk mengisi perut disiang hari lewat dari 60 menit Road Captain Raviq Djoemhana langsung memberikan instruksi untuk melanjutkan perjalanan menuju Bandung. Memasuki Cianjur hujan pun turun secara bersamaan, tidak butuh banyak istirahat rombongan langsung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan jas hujan.

Hingga memasuki Padalarang hujan pun masih cukup lebat, ditambah lagi saluran air yang mampet membuat beberapa jalan tergenang air. Namun itu bukan halangan bagi para rider pengguna motor Royal Enfield. Sesampainya di Bandung rombongan dari Jakarta langsung disambut seluruh peserta TOI 2021 yang sudah tiba di lokasi Start.

Kendala yang sangat terasa saat hujan deras adalah klakson. Melibas genangan air membuat suara klakson jadi tidak terdengar, tidak butuh waktu lama klakson pun kembali bisa bersuara dengan lantang sebagai pemberitahuan kepada pengendara lain.

Hari ke-1 TOI 2021

Usai mendapat pemberitahuan jalur yang akan dilalui, tim Thegaspol langsung tersenyum membayangkan suasana jalur pegunungan yang berkelok. Diluar ekspetasi Road Captain membawa rombongan melalui jalur yang tidak umum, melintasi perumahan warga, pasar, persawahan dan ditutup dengan panorama alam yang indah diatas pegunungan wilayah Jawa Barat.

Usai istirahat siang di salah satu rumah makan yang ada di sisi bukit rombongan langsung diajak menuju pantai Sayang Heulang dan melanjutkan ke titik peristirahatan selanjutnya di daerah Batu Karas, Jawa Barat. Sepanjang perjalanan Rombongan didampingi cuaca hujan dengan jalur yang berkelok dan peringatan rawan longsor.

Hari ke-2 TOI 2021

Deburan ombak pagi membangunkan seluruh peserta dari lelapnya tidur. Suara alam tersebut seolah memberikan kode kepada peserta untuk bergegas melakukan persiapan menuju Yogyakarta. Perjalanan melintasi lintas Selatan pulau Jawa terhenti sejenak di Batu Hiu dan pantai Loegendi untuk sejenak beristirahat. Sepanjang perjalanan  menuju destinasi hari kedua, jalur sempit, berkelok, menanjak dan menurun menjadi santapan untuk menuju Yogyakarta.

Usai melalui jalur tersebut rombongan langsung di suguhkan jalur dengan panjang 130 km menelusuri pantai Selatan. Jalur yang halus dan lurus membuat jiwa pecinta kecepatan langsung memuncak seiring tarikan tuas akselerator yang semakin dalam.  Seperti yang dirasakan Denny Chasmala seorang musisi yang juga hobi dengan roda dua.

“Pertama melewati gunung jalan patah naik turun berkelok jalan rusak ujungnya jalannya lurus enak banget. Baru kali ini gue bawa motor di kecepatan 145 km/jam”, cerita Dencas yang menggunakan Royal Enfield Interceptor 650cc.

Begitu juga dengan Phopi Ratna Agustin atau akrab disapa Phopira, hobi di olahraga ektrim membuat adrenalin terpacu ketika melalui jalur Daendels di Jawa Tengah, “Di jalur Daendels, Royal Enfield Meteor 350 yang aku bawa bisa mendapat kecepatan 110km/jam, mesinnya ngga getar tetapi jiwaku yang bergetar karena angin dari truk yang berlawanan, alhasil turunin kecepatan deh,” canda Phopira.

Sebelum tiba di Yogyakata peserta lebih dulu menikmati sore di pantai Glagah, batu – batu pemecah ombak menjadi tempat apik untuk beristirahat sambil mencaritakan kembali perjalanan di hari itu sampai akhirnya rombongan dipaksa menuju penginapan karena cuaca yang mulai gelap dan gerimis.

Hingga memasuki hari ke-2 riders dan motor Royal Enfield sudah sangat jelas teruji di jalur yang bervariasi dan cuaca yang tidak menentu. Walaupun begitu kesiapan peserta untuk mengikuti Tour of Indonesia ke-3 terbilang sigap pasalnya beberapa peserta telah menyiapkan peralatan secara lengkap.

“Di setiap perjalanan tentunya kita harus menyiapkan peralatan sendiri, baik perlengkapan untuk perbaikan motor ataupun perlengkapan untuk diri kita sendiri. Beberapa member yang tergabung di Royal Riders Indonesia (RORI) sudah mempersiapkan itu, bahkan ban dalam kami bawa, sleeping bag juga bawa. Dipersiapkan untuk berjaga jaga semisal tertinggal dan hilang komunikasi dengan rombongan.” ujar Donny Hendaris yang kini menjabat sebagai Presiden RORI.

Keseruan perjalanan Tour of Indonesia 2021 akan berlanjut pada artikel part 2, dimana para peserta yang juga menggunaan motor Royal Enfield akan menyusuri kaki gunung dengan cuaca hujan hingga akhir Finish.