Melanjutjan perjalanan Tour of Indonesia 2021. Jika sebelumnya kami lebih banyak bermain di Jawa Barat, di hari ke-3 rombongan akan memulai perjalanan dari Yogyakarta. Terik matahari mengawali perjalanan di hari ke-3, penuh rasa syukur karena beberapa perlengkapan yang kami gunakan basah-basahan di hari sebelumnya, otomatis akan kering terkena terik matahari dan angin sepanjang jalan.

Hari Ke-3 TOI 2021

Ini menjadi perjalanan dengan jarak tempuh terpanjang, namun tidak kalah keren pasalnya rombongan akan melalui jalur Yogyakarta – Tawangmangu – Madiun – Malang. Jalur menuju Madiun menjadi jalur yang sangat keren untuk dilewati. Pegunungan yang subur dengan dikelilingi hutan, perkebunan dan perbukitan menjadi panorama alam yang akan kalian nikmati dis epanjang perjalanan.

Mengisi perut dengan makanan khas Madiun sambil diiringi musik akustik membuat semangat rombongan kembali terisi. Terlebih lagi, ini belum ada setengah dari perjalanan menuju Malang. Meski begitu, harapan cuaca cerah yang mengiringi perjalanan pupus sudah, hujan turun dengan intensitas yang cukup lebat. Rombongan pun sempat terpecah menjadi beberapa bagian dari seluruh 40 peserta.

Kebetulan rombongan yang riders Thegaspol ikuti terbilang santai, sampai akhirnya rombongan pun tiba di daerah Batu, Malang. Sebetulnya bukan kota Batu yang menjadi destinasi kami, kami tersasar akibat pimpinan rombongan kami salah menginput titik tujuan di peta ponselnya. Setelah memasukan titik tujuan yang sebenarnya pada peta di ponsel, rombongan kembali melanjutkan perjalanan hingga ke titik rehat peserta TOI 2021 di kota Malang.

Dalam perjalanan dari Batu ke Malang, kami memperhatikan indikator bensin mulai berkedip, padahal sebelumnya indikator bensin masih menyisakan tiga deret garis pada meter cluster. Kami pun menyimpulkan ketika posisi motor menanjak, makan bensin akan berada ditangki bagian belakang sementara pelampung ditempatkan di depan, sehingga kapasitas tangki tidak terbaca dengan akurat. Disaat jalur kembali menurun dan datar, indikator bensin pun kembali normal.

Hari ke – 4 TOI 2021

Dua hari terakir rombongan TOI 2021 akan mendaki gunung lewati lembah. Di atas kertas rencana perjalanan, rombongan bakal bermain – main di sekitar jalur bukit  Teletubbies dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Lumajang. Ini merupakan jalur menuju pintu pendakian Gunung Semeru, itu artinya peserta akan melewati kaki gunung disekitar taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Jalur yang licin dan sempit menjadi tantangan tersendiri, bersyukurnya cuaca terbilang terik namun di jalur dengan lebatnya pohon membuat suasanan sedikit mencekam apalagi dipinggir lintasan terdapat peringatan ‘lintasan satwa liar’. Tidak ingin terbawa suasana Royal Enfield Meteor 350 bisa dengan mudah mengikuti Royal Enfield Himalayan di depan yang memang menjadi habitatnya.

Jalur perkotaan harus kembali kami lewati untuk menuju pantai Papuma, dimana lokasi ini menjadi tempat rest poin untuk santap siang. Namun diluar dugaan lalu intas yang padat dan cuaca hujan membuat waktu makan siang tertunda hingga pukul 16.00 WIB. Panorama pantai Papuma dan santap sore berlauk ikan segar membayar itu semua, terlebih monyet – monyet liar yang usil membuat suasanan semakin ramai. Perjalanan harus kembali kami lanjutkan menuju Bondowoso untuk istirahat dan melanjutkan etape terakhir ke Bali.

Hari ke-5 TOI 2021

Suara gemericik hujan di pagi hari membuat badan enggan beranjak dari kasur empuk sebuah kamar hotel di Bondowoso, Namun kegaduhan suasana persiapan para bikers membuat rider Thegaspol harus bersiap untuk kembali memacu Royal Enfield sejauh 263 km menuju Finish. Seusai mengisi bahan bakar peserta kembali ditemani cuaca hujan sampai akhirnya rombongan terbagi menjadi dua. Menuju kawah Ijen jalur yang dipilih terbilang sepi, namun harus tetap waspada karena sempit dan dikelilingi tebing dan jurang.

Menapakan ban disekitar kawah Ijen menjadi impian wisawatawan dan bikers tentunya, walaupun hujan kami masih sangat antusias untuk bisa mengelulingi jalur sekitar kawah. Tidak lama berselang Road Captain kembali membawa kami meuju pos paltuding Ijen, suasana dingin diselimuti kabut tebal menemani waktu istirahat kami. Menuju pelabuhan Ketapang Bro Raviq langsung mengajak rombongan dengan kecepatan yang stabil antara 60 – 100 km/jam.

Tidak butuh waktu lama untuk menyeberang menuju pelabuhan Gilimanuk Bali, sampai akhirnya hujan pun masih menemani rombongan di pulau Bali. Road Captain memutuskan untuk langsung menuju Hotel untuk beristirakat dan melanjutkan acara santai di rooftop hotel bintang 5 tempat kami menginap.

Lima hari perjalanan Tour of Indonesia ternyata justru mendapat apresiasi dari para peserta dan tentunya tantangan untuk mengadakan TOI di tahun – tahun berikutnya dengan jalur dan konsep yang berbeda, seperti yang diungkapkan Denny Chasmala, “Ditahun berikutnya TOI harus eksplorasi di satu kota, karena sayang jika hanya disambangi sejenak dan dilewati begitu saja.

Begitu juga dengan Phopi Ratna Agustin atau biasa disapa Phopira, ” Aku tuh excited banget untuk mengikuti acara ini. Walaupun di TOI ini sangat disiplin waktu saat start, dan aku coba mengikuti kesiapan rombongan padahal akunya santai. Untuk TOI selanjutnya bisa lebih luas lagi karena judulnya Indonesia jadi bisa ke Sumatera atau pulau pulau lainnya.

Sejalan dengan invitation lainnya Presiden Royal Riders Indonesia yang juga menjadi bagian dari peserta yang menggunakan motor Royal Enfield Himalayan ikut berkomentar untuk event Tour of Indonesia selanjutnya. “Saya suka banget ketika kita bisa beristirahat atau singgah d tempat makan yang memang jarang disinggahi, karena dari situ kita bisa membantu perekonomian warga lokal. Dan ini TOI ke-3 jalur utara, tengah, selatan menuju Bali mungkin sudah hampir setiap tahun dilalui. Mungkin jika ditahun depan TOI punya konsep dan tujuan yang berbeda, animo  peserta akan lebih banyak lagi baik dari Indonesia ataupun luar negeri,” tutup bro Donny disela – ssela obrolan santai.