Beribu pujian disanjungkan untuk salah satu ikon sepeda motor legendaris ini. ‘The finest, Classic British Motorcycle in the world’ hingga ‘The best Triumph Bonneville ever built’. Hmmm.. terus terang kami cukup awam dalam klasifikasi kelas di dunia motor Inggris. Tipe mana yang paling favorit, collector item, limited dan sebagainya. Kami masih harus belajar lebih dalam lagi. Hingga akhirnya informasi-informasi itu datang sendiri kala kami banyak berbincang dengan para narasumber di luar sana.

Triumph-Modif-2

Perjalanan thegaspol.com ke Nagoya, Jepang Februari lalu ternyata cukup menambah wawasan kami. Yup, Triumph Bonneville T120 lansiran tahun 1970 yang kami ambil gambarnya ternyata bukan motor sembarangan. Menurut Koichi Sakaguchi sang pentolan Suicide Customs, bengkel customizing sepeda motor di kota Anjo, Nagoya ini. Bonnie lansiran 1970 menjadi item yang cukup diincar oleh penggemar Triumph.

Pecinta sepeda motor klasik di seluruh dunia menyatakan bahwa Bonnie lansiran 1970 ini disebut sebagai yang tercantik, mudah dikendalikan, handal, kuat dan paling pas bentuknya.

Triumph-Modif-4

Well, ini adalah proyek pengembangan dari mesin 650cc yang terus dicanangkan oleh pabrikan di Meriden, Inggris.  Bila menilik dari sejarah, moment mencuatnya Triumph ini juga lantaran krisis finasial dari BSA yang juga menjadi salah satu pabrikan roda dua Inggris terbesar dan menjadi owner Triumph saat itu. Sebaliknya, masa sulit itu justru menjadi masa keemasan Triumph dimana pabrik Meriden bisa melahirkan 900 unit Triumph Bonneville dalam seminggu. Selain tipe standart, ada pula T120C berwujud Scrambler untuk medan berat. Kemudian ada T120R yang tentu saja untuk berpacu di jalan raya. Namun masuk tahun 1971, mereka benar-benar ambruk dan model terbarunya malah tak begitu disukai pasar.

Triumph-Modif

Seperti Anda ketahui, meskipun mesin berkode JD24849- OHV Twin 649cc dengan tenaga 49 daya kuda sudah dianggap oke saat itu. Namun gempuran brand Jepang yang lebih canggih tentu membuat mereka keok. Bayangkan saja, dikala Jepang sudah menciptakan girboks 5 percepatan, masih menerapkan transmisi 4-speed, tanpa rem cakram dan tak memiliki electric starter.

Nah, di tangan Suicide Customs. Bonnie berkelir biru ini tak dibiarkan tampil standart. “Karena cukup langka di sini, kami terpaksa memboyong motor ini dari California, Amerika Serikat,”  ujar pria bertato yang akrab disapa Koh ini.

Triumph-Modif-1

Ketika motor ini mendarat di Anjo, team Suicide Customs langsung merambah bagian kabel-kabel, karburator serta peranti rem yang saat diterima memang dalam keadaan tak sempurna. Setelah perbaikan itu beres, motor berbodi kompak dengan bobot hanya 165 kilogram langsung dimodifikasi beberapa bagiannya.

Sasaran pertama adalah penggantian velg depan bawaan yang 19” digusur dengan lingkar 21” yang tentunya lebih besar. Sementara belakangnya dibiarkan standar dengan velg 18”. “Saat kami beli, motor ini memang tak memiliki rem depan. So, kami pasangi hub bawaan Yamaha SR400 dan perangkat pendukung rem depan lainnya,” tambah Koh.

Triumph-Modif-6

Untuk membuatnya makin bergaya minimalis, mereka merombak bagian casis standart menjadi model hardtail lewat prose’s pengelasan bagian belakangnya. Kemudian jok yang sedianya bermodel panjang untuk dua penumpang, langsung digusur dengan gaya single seater berbahan kulit racikan mereka.

Untuk perkara bodyworks alias sheet metal, tangki sengaja mereka biarkan standart lantaran dianggap sudah memiliki bentuk yang sempurna. Lalu fender belakang diracik dengan gaya ‘ribbed’ dengan lekukan di bagian tengahnya. Yes, Suicide Customs memang terkenal piawai memainkan mesin bubut CNC. Banyak aksesoris bebahan metal mereka lahirkan.  Seperti halnya lampu sein, lampu rem, kick pedal dan tatapan plat nomor adalah hasil desain mereka. Untuk lampu depan dan aksesoris lainnya mereka membeli produk-produk universal yang ada di pasaran.

Triumph-Modif-5

So, Apa yang sudah dianggap sempurna bagi sebagian besar pecinta motor klasik. Bagi Suicide Customs adalah sebuah tantangan untuk membuatnya tampil semakin cantik. Arigato Gozaimasu Koh San.