Trucker hat atau mesh cap menjadi salah satu item fashion yang esensial di kalangan pria Amerika pada awal 2000-an. Layaknya celana jeanstrucker hat punya latar belakang yang tak jauh beda. Kelahiran topi ini, erat kaitannya dengan peluh para kaum pekerja, khususnya profesi pengendara truk yang memegang kendali rantai distribusi.

Mereka mendapatkannya dari perusahaan-perusahaan yang menggunakan topi ini sebagai media promosi. Perusahaan-perusahaan itu memberikannya secara cuma-cuma. Lantas, muncul istilah lain yang menyebutnya sebagai “gimme ‘give me’ cap”. Pada awal masa kemunculannya, bagian depan topi ini biasanya diisi oleh nama atau logo perusahaan. Secara keseluruhan, desain trucker hat tak jauh beda dengan baseball cap.

Bedanya dengan baseball cap yang berbahan cottontrucker hat menggunakan dua jenis material. Bagian depannya terbuat dari busa agak yang tebal. Sementara, bagian belakangnya berbahan jaring plastik. Kombinasi ini membuat trucker hat nyaman digunakan dalam berbagai kondisi cuaca. Bahan jaring plastiknya membuat kepala dapat “bernapas” sehingga meminimalisir keringat.

Kini, trucker hat tidak hanya milik kaum sub-urban Amerika. Ulah para selebriti, seperti Pharrell William atau Ashton Kutcher yang acap kali mengenakannya, turut bertanggung jawab atas penyebaran tren ini. Kesan kasual serta anti-kemapanan yang ditawarkan trucker hat tampak sejalan dengan semangat kreatifitas anak muda pegiat ranah kustom kulture yang kini menjamur di mana-mana.