New Chevrolet Captiva

Setiap pabrikan kendaraan pasti punya cara untuk meningkatkan ‘nilai’ kenyamanan pada setiap produk yang mereka pasarkan. Tak terkecuali Chevrolet, yang terus mengembangkan dan menyematkan banyak fitur berteknologi mutakhir ke dalam varian-varian terbaru mereka. Seperti fitur dual zone climate control sang SUV, New Captiva 2014 yang baru saja mereka ‘turun’-kan ke aspal Indonesia.

Pengatur suhu dual zone climate ini memungkinkan sang pengendara serta penumpang yang duduk di ‘sofa’ depan, untuk bisa mengoperasikan pengaturan suhu ruangan secara terpisah. Yup, fitur ini bisa dibilang akan sangat nyaman jika dioperasikan saat temperatur dunia sedang panas atau saat musim kemarau.

Dengan system pendingin ruangan seperti ini, para konsumen setia Chevy tentu akan mendapatkan merasakan sensasi sejuk dan nyaman, bahkan dalam cuaca seperti di Arizona, yang panas. Dan kita tampaknya tak perlu lagi meragukan kualitas dual zone climate control ini, karena pihak General Motors Global Product Development sendiri telah melakukan uji coba untuk sistem pendingin ruangannya tersebut dengan keadaan suhu di luar kendaraan mencapai 50 derajat Celcius.

“ Dengan uji coba ini, kami ingin memastikan bahwa pelanggan Chevrolet yang berdomisili di tempat-tempat dengan iklim panas seperti Jakarta, Bangkok, Mumbai, dan Arizona dapat memiliki fasilitas pendingin ruangan yang dapat diandalkan sejak saat mereka mengaktifkannya “,  tutur Rahmat Septriwan, Deputi Direktur Product Engineering, GM Indonesia Manufacturing, saat launching New Captiva 2014 kemarin (11/06).

Pengujian ‘kesejukan’ semacam ini membutuhkan jarak tempuh total hingga ribuan mil, baik dalam kondisi real, maupun simulasi. Para pengembang telah melakukan tes ini di Desert Providing Grounds milik GM di Yuma, Arizona, USA, serta di laboratorium climatic test di pusat-pusat engineering Chevrolet di seluruh dunia.

New Chevrolet Captiva 1

Saat uji di ‘lapangan’ maupun uji simulasi laboratorium, kendaraan tes diberikan ‘solar load’ yang tinggi, sehingga kendaraan tersebut menghasilkan panas dari paparan sinar matahari pada keadaan maksimum. Kemudian, kendaraan didorong pada kecepatan yang konstan/stabil untuk memastikan sistem pendingin udara-nya dapat mengubah suhu interior ke keadaan yang lebih nyaman dalam jangka waktu cepat.

Nah, semakin lama sebuah kendaraan terkena paparan sinar matahari, maka semakin panas suhu dalam kabinnya. Bahkan, bisa lebih panas dari suhu di luar kendaraan. Saat suhu lingkungan mencapai 32 derajat Celsius, suhu dalam mobil bisa mencapai 51 derajat Celsius hanya dalam waktu 30 menit, dan 56 derajat Celsius dalam 60 menit, plus 59 derajat Celsius di 90 menit. Fiuh…!! .Nah… maka dari itu, jangan pernah meninggalkan teman, saudara, ataupun peliharaan Anda di dalam mobil yang tertutup rapat, saat cuaca panas dan tak menggunakan AC.

Dual zone climate control pada Captiva terbaru ini merupakan sistem pendingin yang memiliki tingkat efesiensi yang lebih tinggi untuk bagian interior, terutama jika Anda mengemudikannya sendiri. Hal ini dikarenakan kemampuan sistem yang dapat meminimalkan zat buang yang dihasilkan dari sistem pendinginandi bagian penumpang. Dengan menggunakan sistem pendingin yang lebih efesien, pengemudi Captiva hanya perlu menggunakan sedikit tenaga mesin, dan pastinya akan berpengaruh pada konsumsi bahan bakarnya secara lebih efesien, serta menghasilkan gas rumah kaca yang lebih sedikit.

Para ahli juga menambahkan, bahwa kendaraan dengan warna interior dan exterior terang ternyata dapat menurunkan suhu ruangan lebih cepat dibandingkan dengan kendaraan yang menggunakan warna yang lebih gelap. Hal ini dikarenakan warna gelap punya karakter untuk menyerap panas lebih baik, sehingga kendaraan dengan warna lebih terang memilki suhu 5 derajat Celsius lebih rendah dibandingkan dengan kendaraan dengan warna gelap.