Sepanjang 1993 hingga 1994 Mercedes-Benz pernah melakukan program pemesanan custom varian E60 AMG. Varian spesial yang dibangun menggunakan basis W124 E-Class. Label AMG yang terpampang pada mobil tersebut seolah-olah menjadi jaminan untuk segalanya terutama performa.

Buktinya, di bawah bonnet Mercedes-Benz E60 AMG bersemayam keganasan mesin 6.0-litre V8 yang mampu memproduksi 280 kW. Jantung pacu yang konon mampu melejitkan mobil ini hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik.

Namun, potensi mesin tersebut seolah tersamarkan oleh bodinya yang kalem. Tak ayal Mercedes-Benz E60 AMG mendapat julukan ‘wolf in sheep’s clothing’ alias ‘serigala berbulu domba.’

Sentuhan yang dilakoni AMG pada eksterior mobil ini diantaranya meliputi penyematan pelek alloydiameter besar, aero tweaks, juga paket performa suspensi dan sistem pengereman.

Mercedes-Benz hanya membuat sebanyak 12 unit E60 AMG. Menjadikannya sebagai salah satu spesies berstatus langka. Kini, Mercedes-Benz tengah membawa E60 AMG untuk menyapa pubik even The Motor World Classics, di Berlin, Jerman yang berlangsung hingga 11 Oktober 2015 nanti.

Bersanding dengan mobil tersebut, model yang tak kalah langka yakni 280 SE ‘W116’ dari tahun 1973 yang dibalut warna Ikonengold metalik. Pada masanya mobil tersebut dikenal sebagai pionir teknologi keamanan yang canggih.

Contohnya, mobil itu telah dilengkapi produksi pertama sistem pengereman electronic four-wheel anti-lock braking system (ABS) yang sekarang sudah jadi kelengkapan standar mobil-mobil modern.

Dua model yang telah disebutkan bakal jadi pengawal nenek moyangnya, yakni The Benz Patent Motorwagen dari tahun 1886. Model yang merupakan paten pertama dari Carl Benz, salah satu pendiri the Three-pointed Star.