Tenar di luar negeri belum tentu tenar di negeri sendiri. Tampaknya itulah terjadi dengan Vespa. Skuter asal Italia ini dikabarkan sedang mengalami krisis di kampung halamannya.

Memang benar bila Vespa mendapati kesuksesan yang luar biasa di luar Italia. Sebut saja Asia Pasifik dimana Indonesia berada. Permintaan akan Vespa model baru semakin melonjak sehingga merek di bawah asuhan Piaggio Group itupun mendirikan sebuah pabrik baru di Vietnam pada 2012 silam.

Meski begitu ternyata kepopuleran skuter cantik itu sendiri di Itaia merosot tajam. Bisa dibilang sudah tidak cinta, mungkin, penjualan Vespa di Italia merosot jauh. “Generasi yang lebih muda sudah tidak tertarik akan skuter sebagaimana sebelumnya,” jelas Claudio Deviti, kepala motorcycle unit ANCMA, National Association of Motorcycle, Bicycle and Accessories, seperti dikutip dari Al Jazerra.

Tengok saja data yang dipublikasikan ANCMA. Penjualan skuter di Italia telah menurun drastis terhitung sejak masa kejayaannya di tahun 1980. Dulu Vespa sanggup terjual 600 ribu unit dalam setahun, yang kini turun hingga 97 persen mencapai hanya 26 ribu unit saja di 2014.

Ditengarai banyak faktor yang menyebabkan lunturnya kecintaan masyarakat Italia terhadap Vespa. Pergeseran demografis yang diikuti oleh krisis ekonomi dan perubahan kebiasaan pada kawula muda di Italia sanggup berkolaborasi menciptakan anomali tersebut. Maka jangan heran bila nantinya menyaksikan kejayaan budaya skuter  di Italia tidaklah semenarik seperti yang dulu lagi.