Akrab dengan kancah ekspor-impor barang bernilai seni, membuat Abraham Zulvie Houtman paham apa yang harus dilakukan untuk merebut peluang dari seberang benua. Baginya, sebuah produk tak bisa hanya menyuguhkan apa yang nampak. Namun, sudah semestinya juga membawa nilai yang hakiki.

Vespa VL 1957 Scooter 99 6

Lewat karyanya, pria kelahiran Jakarta tiga puluh delapan tahun silam yang juga dipercaya menjabat sebagai CEO dua perusahaan di bilangan SCBD ini berupaya untuk meruntuhkan anggapan miring tentang karya bangsa Asia. Khususnya, karya yang datang dari Indonesia agar semakin mampu bersaing pada level global.

Vespa VL 1957 Scooter 99 8

“Mereka (orang Barat) punya banyak pengalaman buruk dengan hasil restorasi orang Vietnam, India, orang Indonesia juga,” katanya di gerai yang garasinya dipenuhi garapannya seperti skuter roda tiga Ape.

Vespa VL 1957 Scooter 99 9

Caranya, ia tak ingin banyak bicara untuk meyakinkan klien. “Saya tidak usah ngucap, ini ada contohnya saya bisa bikin begini,” lanjutnya dengan percaya diri.

Vespa VL 1957 Scooter 99 4

Ia mengungkapkan anggapannya itu saat tim TheGaspol mampir ke Scooter 99, gerai restorasi skuter miliknya yang bernaung di bawah rimbunnya pepohonan kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.

Vespa VL 1957 Scooter 99 10

Di depan gerai yang diasuhnya tersebut, berdiri sebuah saung dengan halaman kerikil halus yang kerap disulap menjadi surau Ramadhan silam. Di halaman itulah terparkir kreasi terbaru Bram – begitu Abraham kerap disapa – sebuah skuter handmade yang mengambil basis dari Vespa VL lansiran tahun 1957 lengkap dengan sespannya.

Vespa VL 1957 Scooter 99 15

Istimewanya, mulai bodi, rangka, sampai sidecar yang digunakannya dibuat dari material stainless steel. Penggunaan bahan yang membuat Vespa tersebut berkilau memancarkan refleksi apapun yang menghadapnya.

Vespa VL 1957 Scooter 99 12

Ia mengaku, Vespa yang menggunakan unit penggerak dari famili Excel ini menjadi ekperimen perdananya dengan bahan stainless steel. Lebih detail, untuk bodinya Bram menggunakan stainless steel setebal 0,9 mm dan 1,2 mm di beberapa bagian. Sedangkan, framework skuter ini ditopang oleh bahan seamless pipe.

Vespa VL 1957 Scooter 99 5

Lumbung pacu dari keluarga Excel sendiri dipilih karena dirasa lebih muda dan bertenaga saat harus menggandeng sespan. Dengan kondisi jalan yang tak selamanya datar seperti di negara asalnya, pemilihan mesin ini diharapkan bisa menciptakan performa yang mumpuni.

Vespa VL 1957 Scooter 99 7

Gemerlap refleksi dari Vespa yang dibangun dalam waktu setahun itu pun berhasil menarik perhatian klien Bram yang tersebar di Eropa, Amerika, sampai Timur Tengah. Sayangnya, iming-iming yang bahkan pernah mencapai $25.000 tidak berhasil meluluhkan hati Bram untuk melepas Vespa yang belum sempat ia beri julukan ini.

Vespa VL 1957 Scooter 99 17

Tak mudah memang memboyong kreasi Bram untuk keluar dari sliding door putih yang menjadi gerbang gerai Scooter 99. Karena bagi Bram, sudah saatnya pegiat bisnis restorasi tidak mudah disilaukan tawaran dadakan.

Vespa VL 1957 Scooter 99 2

Tapi bisa menjadikan kreasinya tersebut sebagai portfolio guna merebut peluang yang lebih bernilai. “Bukan itu yang saya cari tapi saya ingin menunjukkan bahwa orang Indonesia juga bisa berkarja sampai level ini,” ujar Bram di tengah ruangan yang tiap dindingnya dipenuhi memorabilia skuter khas Italia.