Pembangunan diler dengan tema unik menjadi tren di pelaku bisnis otomotif yang ingin menyuguhkan pengalaman berbeda bagi konsumen. Contoh paling baru dilakoni Volvo dengan mengaplikasikan tema Scandinavia pada gerai anyar mereka di Victoria, Australia.

Dikatakan, diler tersebut berbeda dengan diler Volvo umumnya. Karena Volvo Retail Experience dirancang untuk menyediakan ruang terbuka bernuansa hangat sekaligus nyaman. Setiap sisi bangunannya diupayakan untuk bisa menyambut kedatangan pengunjung yang merupakan konsumen potensial pabrikan asal Swedia tersebut.

Contohnya, penataan pada living area yang bisa digambarkan sebagai tempat untuk berbincang sambil rileks. Kemudian, material kaca dan kayu terlihat mendominasi rancang bangun bagian muka Volvo Retail Experience. Adapula, area “The Street” yang punya pendekatan otentik.

Namun, yang namanya diler tetap saja pelayanan yang diutamakan. Khusus untuk masalah perawatan, Volvo menerapkan program Volvo Personal Service untuk memangkas waktu tunggu konsumen. Mereka menyiasatinya dengan menugaskan satu teknisi untuk setiap konsumen yang telah terdaftar.

Di layanan ini, konsumen bisa berkonsultasi dengan teknisi di living space dan kalau perlu diajak untuk melihat proses pengerjaan di workshop.

Menariknya, meskipun terkesan jor-joran membuat diler baru tapi sebetulnya Volvo tengah mengetatkan anggaran. Lewat strategi marketing bertajuk “Volvo Way to Market,” penjualan akan difokuskan secara online, seperti ditulis situs World Car Fans.

Buktinya, Volvo tercatat absen di beberapa perhelatan otomotif berskala besar, seperti Frankfurt Motor Show lalu. Mereka baru akan tampil pemeran otomotif internasional selanjutnya di Detroit (AS), Jenewa (Swiss), dan Shanghai atau Beijing (China).