Selain untuk menambah jam terbang pemula, kejuaran Scooter Prix juga ditujukan guna menambah pundi-pundi para pebalap yang menggantungkan hidup dari satu balapan ke balapan lainnya. Pihak penyelenggara pun berniat untuk membuat wadah yang berperan mempromosikan bakat-bakat para pebalap.

“Saya akan membuat satu menajemen pebalap. Saya akan menjadi agen pebalap-pebalap ini dan menjual bakatnya, tidak hanya untuk di lokal tapi juga di luar (negeri),” tegasĀ  Priambodo Soesetyo, Project Manager Scooter Prix. Manajemen tersebut nantinya juga mengurusi kesejahteraan para pebalap.

Priambodo menambahkan, kini olahraga balap skuter memang telah mengalami peningkatan, termasuk soal pendapatan pebalap. “Kontrak pebalap Vespa sudah ada yang bayar satu tahun seratus juta,” katanya. Kendati demikian, belum ada standar minimum upah mereka.

“Nanti akan saya standarisasikan. Asuransi mereka, uang start, bonus, training. Semuanya akan saya ciptakan itu,” tutup Priambodo.

Kita tunggu realisasinya bro…